Predikat membanggakan summa cumlaude berhasil didapatkan Ahmad Yudho Hadi Pangestu. Putra Bojonegoro ini berhasil lulus dari Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Jember (Unej) dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) tertinggi, yakni dengan angka sempurna 4,00.
Prestasi tersebut tidak hanya membanggakan untuk Yudho dan keluarga. Namun, juga menjadi suatu kebanggaan untuk Bojonegoro.
Alumi SMAN 1 Bojonegoro tersebut sudah memiliki keinginan menjadi dokter sejak kecil.
Namun, ketika duduk di bangku SMA justru keinginannya tersebut dikalahkan dengan kesukaannya pada pelajaran kimia. Meski terbesit untuk masuk jurusan kimia saat itu, namun ia tetap mengambil jurusan kedokteran karena keinginan orang tua.
‘’Orang tua ingin punya anak dokter, selain itu juga merupakan cita-cita dari kecil. Jadi, saya memutuskan untuk memilih kedokteran,’’ ujar laki-laki 22 tahun tersebut.
Yudho berhasil masuk di FK Unej melalui jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) pada 2020. Pada awal perkuliahan, sempat merasa kesulitan di FK karena materinya cukup banyak.
Namun, seiring berjalannya waktu mampu beradaptasi. Bahkan, selama masa perkuliahan, aktif mengikuti beragam organisasi dan perlombaan.
Di antaranya, mulai dari BEM Fakultas, Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) Wilayah 4, Asian Medical Students Association (AMSA), Student Research Center Revolution (SRCR), hingga Paduan Suara VOX-Medici.
Sedangkan, untuk lomba yang pernah diikuti meliputi Lomba Poster Public SRF FK USU 2022, Indonesian Medical Olympiad (IMO) Cabang Muskuloskeletal 2023, dan Olimpiade Lupus Indonesia 2023.
‘’Saya membagi waktu antara kesibukan di organisasi dan akademik dengan menggunakan skala prioritas,’’ lanjut pria 22 tahun itu.
Laki-laki asal Dusun Dalem, Desa Kauman, Kecamatan Baureno tersebut mengatakan, bisa mendapat IPK 4 karena menjalani semuanya dengan tidak monoton. Jadi, tidak hanya belajar saja. Namun, juga aktif di luar akademik.
Selain itu, bantuan dari orang-orang di sekitar yang supportif dan sering sharing saat mau ujian juga menjadi faktor kesuksesan dalam meraih IPK sempurna. Disamping itu, peran orang tua yang selalu mendukung dan mendoakan juga menjadi faktor terpenting yang mengiringi kesuksesan Yudho.
‘’Pernah tidak menelfon orang tua ketika mau ujian, itu rasanya gelisah banget. Ternyata, sepenting itu izin dan doa dari orang tua,’’ kisahnya.
Prestasi Yudho di bidang akademik sudah terlihat sejak semester 1 dan semester 2. Saat itu, ia kerap mendapat nilai A. Dari situ, motivasi untuk selalu mendapat nilai terbaik muncul. Hingga membuat ia merasa lebih terpacu dalam belajar. Tekad serius untuk mendapat nilai bagus tersebut hingga akhirnya berhasil membuahkan hasil maksimal.
Atas prestasi di bidang tersebut, selama menempuh pendidikan tinggi di FK Unej, Yudho mendapat beasiswa scientist dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro. Sehingga, dari awal perkuliahan hingga lulus ia dan keluarga terbebas dari beban uang kuliah tunggal (UKT).
Laki-laki yang tengah menjalani koas atau program profesi tersebut menyampaikan, jangan mengikuti jejak orang lain, tapi buatlah jejak sendiri. Agar memiliki ciri khas. Dengan mengikuti jejak orang lain, belum tentu bakal menjadi sukses.
‘’Pesan buat semuanya, jangan mengikuti jejak orang lain dan buatlah jejakmu sendiri,’’ pungkasnya. (*/msu)
Editor : Hakam Alghivari