Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

M. Husni Misfa Ubaidillah, Juara 3 Festival Ramadan Tahfidz Quran, Ketika Belum Lancar Menghafalkan, Terkadang Menangis

Hakam Alghivari • Jumat, 5 April 2024 | 18:25 WIB
Keberhasilan M. Husni Misfa Ubaidillah menyabet juara 3 Festival Ramadan Tahfidz Quran Jawa Pos Radar Bojonegoro karena RAJIN belajar di sekolah dan rumah.
Keberhasilan M. Husni Misfa Ubaidillah menyabet juara 3 Festival Ramadan Tahfidz Quran Jawa Pos Radar Bojonegoro karena RAJIN belajar di sekolah dan rumah.

Dewi Safitri, Radar Bojonegoro

Lamgkah kecil M. Husni Misfa Ubaidillah dengan pasti menuju ke panggung di Pendapa Malowopati. Mempersembahkan penampilan terbaiknya dalam acara Grandfinal dan Awarding Festival Ramadan Tahfidz Quran Jawa Pos Radar Bojonegoro pada Senin (25/3).

Suara merdu alunan ayat suci Alquran dibacakan dengan lantang oleh anak usia 8 tahun tersebut. Membuat siapapun yang mendengarnya terkesima karena indah bacaannya. Setiap pertanyaan yang diujikan dewan juri mampu terjawab dengan baik anak laki-laki asal Desa Tanjungharjo, Kecamatan Kapas tersebut.

Dengan kehebatannya dalam menghafal Alquran, membuat Ubed sapaannya, berhasil meraih prestasi membanggakan. Yakni, berhasil mendapatkan juara 3 dalam acara Festival Ramadan Tahfidz Quran Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Ubed mulai belajar membaca Alquran sejak usia 3 tahun. Selain belajar dengan guru ngajinya, ia juga belajar bersama abah dan uminya di rumah.

Hal tersebut membuatnya semakin sering dan konsisten dalam belajar dan menghafalkan.

“Belajarnya di rumah, taman pendidikan Qur’an (TPQ), dan di sekolah,” ujar siswa kelas 2 MI Plus Al-Fatimah tersebut.

 Dia mengatakan, ingin bisa membaca dan menjadi penghafal Alquran yang baik. Meski tidak mudah, Ubed tidak pernah menyerah. Terus belajar membaca, mendalami, dan menghafal Alquran dengan baik.

“Senang kita bisa dengan lancar menghafal Alquran. Namun, ketika belum lancar terkadang menangis,” ujar Nur Hidayatusholihah, ibu Ubed.

Sebagai seorang tua merasa bangga melihat prestasi yang didapatkan oleh buah hati. Terlebih, menjadi Tahfidz Quran bukan hanya perkara duniawi. Tapi, juga menjadi suatu hal membanggakan untuk kehidupan di akhirat kelak.

Segala doa terbaik terpanjat dari orang tua untuk keberhasilan Ubed. Dukungan yang tiada hentinya menjadi semangat tersendiri atas prestasi yang berhasil ditorehkan. Hingga menjadi kebanggaan orang-orang di sekitar.

“Semoga menjadi anak yang sholeh, ahli Quran, dan agama,” doa Nur Hidayatusholihah untuk anaknya Ubed.

Sebagai orang tua, Nur Hidayatusholihah terus memberikan motivasi kepada sang anak. Bahkan, juga berpesan kepada anak-anak lain di untuk terus belajar Alquran.

“Ayo belajar Alquran yang baik agar menjadi generasi Qurani yang berjiwa kuat dan tangguh,” pesannya. (*/msu)

Editor : Hakam Alghivari
#ramadan #festival #tpq #Tahfidz #bojonegoro #quran