PEKAN Olahraga dan Seni (Porseni) MA Jawa Timur menjadi ajang bergensi bagi siswa MA yang berpartisipasi.
Bojonegoro berhasil menjadi Juara Umum Porseni MA yang berlangsung pada 20 hingga 23 November lalu tersebut. Terlebih Kota Ledre juga menjadi tuan rumah.
Adibatun Nadliroh menjadi salah satu siswi yang menyumbang medali emas dari total enam medali emas dan satu perak untuk kontingen Bojonegoro. Kebanggan tentu dirasakan siswi asal Desa Bulu, Kecamatan Balen tersebut.
‘’Bersyukur sekali,” ungkap Adiba sapaannya.
Adiba hanya membutuhkan waktu persiapan sekitar satu bulan sebelum menjalani lomba kaligrafi. Dengan fokus berlatih dan memelajari beberapa referensi dan literasi tentang kaligrafi. Sehingga memperkaya pengetahuan.
‘’Persiapan yang rutin dua minggu,” terang siswi MA Abu Dzarrin tersebut.
Siswi berusia 17 tahun tersebut sempat gugup ketika mengikuti lomba di MAN 2 Bojonegoro. Namun, berusaha tetap fokus pada karya yang dikerjakan. Dan akhirnya mampu mengungguli peserta dari kota/ kabupaten lain.
Seperti peserta dari Malang dan Lumajang yang menjadi juara 2 dan 3.
Adiba mampu menyampaikan arti dari lafal yang ditulisnya melalui keindahan kaligrafi. Arti dari lafal tersebut adalah sesungguhnya Allah itu telah menjadikan kita berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kita saling kenal-mengenal.
Amaluddin, pembina Adiba beryukur atas prestasi anak didiknya. Terlebih perjuangan dan ketekunan Adiba luar biasa dalam memersiapkan diri untuk Porseni MA tersebut.
‘’Persiapan selain berlatih juga mengikuti lomba di beberapa tempat,” terangnya.
Baca Juga: Aditya Andra Faersa, Pelukis Surealisme Asal Bubulan Ini Berharap Bojonegoro Jadi Kota Seni
Amaluddin menilai Adiba bisa menyampaikan arti dari ayat yang ditulis dengan baik. Juga menyisipkan ciri khas Bojonegoro. Tepatnya tambang minyak tradisional Wonocolo.
Menurut pria asal Desa Bulu, Kecamatan Balen tersebut prestasi dari Adiba bisa menjadi titik awal perkembangan kaligrafi di Bojonegoro. Terlebih selama ini masih belum banyak mendapat perhatian.
‘’Terdapat potensi dan bakat siswa Bojoengoro di bidang kaligrafi,” terangnya. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana