Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Lawan Kemustahilan, Kini Kopi Asli Bojonegoro Bisa Dinikmati

M. Yusuf Purwanto • Rabu, 14 September 2022 | 18:40 WIB
BERMULA RISET: Budi menunjukkan panen kopi di kebunnya Desa Tlogohaji, Sumberrejo. Meski bukan dataran tinggi, ternyata kopi bias ditanam di Bojonegoro. (Bhagas Dani Purwoko/RDR.BJN)
BERMULA RISET: Budi menunjukkan panen kopi di kebunnya Desa Tlogohaji, Sumberrejo. Meski bukan dataran tinggi, ternyata kopi bias ditanam di Bojonegoro. (Bhagas Dani Purwoko/RDR.BJN)

Riset menanam kopi dimulai 2018 di Desa Tlogohaji, Kecamatan Sumberrejo, membuahkan hasil. Empat varietas kopi yakni robusta, liberica, arabica, dan excelsa berhasil dipanen tahun ini.


BHAGAS DANI PURWOKO, Radar Bojonegoro


JARGON “Menanam Kopi, Memuliakan Tanah” terpampang di layar proyektor sebuah rumah joglo di kebun kopi turut Desa Tlogohaji, Kecamatan Sumberrejo. Para petani dari Kecamatan Sekar dan Temayang penasaran datang.

Duduk melingkar diskusi, panen kopi bersama hingga menyeduh kopi bersama hasil kebun di Desa Tlogohaji. Sabtu (10/9) para petani ini membuktikan melawan kemustahilan.

Sebab, kebun kopi berhasil tumbuh, berbuah, dan panen di tanah Bojonegoro. Padahal, pohon kopi dianggap identik tumbuh di dataran tinggi saja.

Sedangkan, di Desa Tlogohaji, itu dataran rendah, yakni 41 meter di atas permukaan laut (mdpl). Tak heran ide menanam kopi di Bojonegoro kerap dianggap ide gila.

Akhirnya ide gila itu bisa terwujud atas kolaborasi para petani muda. Lilik Budi Witoyo selaku pemilik lahan dibantu Ngadi, Agus Salim, Jack, dan petani kopi asal Gunung Ringgit, Pasuruan.

Mereka merayakan menyeduh kopi hasil panen pertamanya itu. Jawa Pos Radar Bojonegoro berkesempatan menyesap kopi varietas robusta hasil panen di kebun kopi Tlogohaji.

Segi rasa kopi dipastikan bisa bersaing kopi-kopi daerah lain. Perjuangan menanam kopi di Bojonegoro tentu tidak mudah.

Ada proses trial and error segala keterbatasan pengetahuan. Saat 2018 memulai tanam kopi, Budi bersama teman-temannya dianggap gila oleh banyak orang.

“Bahkan orang-orang dari dinas terkait juga pesimistis pohon kopi bisa tumbuh, lalu berbuah, dan bisa dipanen,” tuturnya.

Budi menyiapkan empat varietas bibit kopi terdiri atas arabica, liberica, robusta, dan excelsa. Bibit kopi berasal dari Jumali salah satu petani kopi di Gunung Ringgit, Pasuruan.

Jarak tanamnya 2,5x2,5 meter. Totalnya 150 pohon kopi siap panen di atas lahan demplot seluas 520 meter persegi. Ditanam di lahan 41 Mdpl.

Padahal, secara teori kopi robusta lebih cocok ditaman di tanah 100-600 Mdpl, kopi arabika di tanah 1.000-2.000 Mdpl, kopi liberika di tanah 0-900 Mdpl, sedangkan kopi excelsa di tanah 0-600 Mdpl.

“Sebenarnya yang mungkin bisa tumbuh dan berbuah itu kopi liberica dan excelsa, tapi alhamdulillah kopi robusta dan arabica juga tumbuh dan berbuah,” ungkanya. (*/rij)

Editor : M. Yusuf Purwanto
#Petani #Tanam Kopi #Kopi Bojonegoro #bojonegoro #Kopi #Panen Kopi