BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Kicauan burung saling sahut di dalam sangkar yang menggantung di area perlombaan. Beradu keindahan irama kicauan di hadapan para juri. Juga, seluruh peserta dan masyarakat pecinta burung turut menyaksikan Festival Burung Kicau Piala Kota Ledre di Alun-Alun Bojonegoro mulai Sabtu (5/10) dan Minggu (6/10).
Festival Burung Kicau Piala Kota Ledre Bojonegoro 2024 sukses digelar dengan semarak. Event dalam rangka menyambut Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-437 dan memperingati HUT ke-79 TNI tersebut diikuti oleh 1.014 peserta.
Dengan total 34 kelas burung dilombakan. Di antaranya, enam kelas pada Sabtu (5/10) dan 28 kelas Minggu (6/10). Jenis burung yang turut dilombakan, meliputi Murai Batu, Cucak Hijau, Cendet, Kenari, Sogon, hingga Lovebird.
’’Dari total 1.014 peserta, sebanyak 497 orang dari luar Bojonegoro. Di antaranya, dari Surabaya, Gresik, Tuban, Lamongan, Nganjuk, Sidoarjo, Malang, Blitar, Blora, hingga Rembang,” papar Manager Event Jawa Pos Radar Bojonegoro Agus Prasetyo Utomo.
Selain sebagai wadah bagi para pecinta burung dan hiburan untuk masyarakat. Festival Burung Kicau Piala Kota Ledre Bojonegoro 2024 juga merupakan wadah untuk kampanye pelestarian alam.
Selain itu, juga meningkatkan perekonomian Bojonegoro. Mengingat, tidak sedikit peserta yang berasal dari luar daerah datang ke Bojonegoro. Beberapa di antaranya juga bermalam di Kota Ledre ini.
Dalam event ini juga terdapat pameran produk UMKM lokal Bojonegoro. Mulai dari beragam jenis jajanan hingga makanan berat tersedia dalam stand-stand UMKM yang telah disediakan.
Penjabat (Pj) Bupati Bojonegoro Adriyanto bersama dengan jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) serta para pejabat lingkup Pemkab Bojonegoro juga turut hadir dalam Festival Burung Kicau Piala Kota Ledre Bojonegoro 2024.
Selain menyaksikan perlombaan secara langsung, para pejabat daerah tersebut juga mengunjungi stand-stand UMKM. ’’Semoga kegiatan ini dapat dilakukan setiap tahun,” ujar Pj Bupati Bojonegoro Adriyanto.
Orang nomor satu di lingkup Pemkab Bojonegoro tersebut mengatakan, ingin menjadikan Bojonegoro menjadi pusat budaya, pendidikan, dan usaha. Sehingga, dengan adanya kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat. Tapi, juga membawa manfaat lainnya. Termasuk, untuk kemajuan para UMKM di Bojonegoro.
‘’Terus ditingkatkan. Untuk menjaga lingkungan dan memperkuat persatuan persaudaraan kita. Dengan niat baik, semoga kegiatan ini diberikan keberkahan dan menjadi barakah untuk Bojonegoro,’’ tuturnya. (ewi/bgs)
Editor : Hakam Alghivari