BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Gerakan tangan para finalis dengan ahli melipat, menggunting, dan menempel (3M) kertas lipat yang disediakan. Membentuknya menjadi beragam jenis benda maupun makhluk hidup. Mencipta karya indah dengan teknik 3M.
Sebanyak 285 finalis berlaga di GOR Utama Bojonegoro Jum'at (6/9). Lomba 3M kolaborasi antara ibu dan anak yang diselenggarakan Jawa Pos Radar Bojonegoro bekerja sama dengan Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Bojonegoro ini berlangsung meriah.
Para peserta antusias membuat karya 3M terbaik untuk berebut juara. ’’Para finalis dari seluruh kecamatan di Bojonegoro berlomba dengan kreatif dan menjujung sportivitas,” ujar Ketua IGTKI Bojonegoro Anita Juliati.
Dari 285 finalis, terpilih 10 juara. Meliputi, Juara 1 dengan total hadiah Rp 1 juta, piala, dan souvenir. Juara 2 mendapat uang Rp 800.000, piala, dan souvenir. Dan, juara 3 mendapat Rp 700.000, piala, dan souvenir.
Kemudian, juara harapan 1 hingga juara harapan 7 mendapat uang Rp 300.000, piala, dan souvenir setiap pemenangnya. Selain itu, terdapat 40 juara favorit. Masing-masing juara favorit mendapat souvenir.
Direktur Jawa Pos Radar Bojonegoro Bachtiar Febrianto mengatakan, anak-anak mengalami degradasi untuk kegiatan kreativitas dan sosial dalam kehidupan sehari-hari karena pengaruh gadget. Anak-anak bisa melihat HP mulai pagi hingga malam saat ini.
Dengan adanya Festival 3M diharapkan anak-anak bisa meningkatkan dan mengembangkan diri pada aktivitas sosial. Kegiatan ini juga membuat anak-anak bisa berkumpul dan melakukan interaksi dengan orang tua. ’’Ini sangat penting. Sehingga, sangat tepat mengikutkan putra-putrinya dalam kegiatan seperti ini. Kalau bisa harus sering-sering,” tuturnya.
Pelaksanaan program tersebut mendapat apresiasi dari Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro. ’’IGTKI dan Jawa Pos Radar Bojonegoro luar biasa. Disdik berterima kasih sebesar-besarnya atas terselenggaranya kegiatan ini,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Non Formal (PNF) Disdik Bojonegoro Rasmadi.
Menurutnya, kegiatan ini memfasilitasi anak-anak agar tidak bermain gadget saja. Karena hal tersebut sangat berpengaruh pada perkembangan dan kecerdasan emosional anak. Selain itu, juga menjadi bagian dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). (ewi/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana