RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Desa Rendeng, Kecamatan Malo berhasil melaksanakan Festival gerabah dengan sangat meriah pada Sabtu (31/08), antusiasme masyarakat warga Desa Rendeng sangat besar untuk mengikuti Festival Gerabah tersebut.
Festival tersebut dimulai dengan start di Wisata Edukasi Gerabah dan finish di Balai Desa Rendeng. Festival Gerabah ini merupakan agenda tahunan yang dilakukan Pemdes dan masyarakat Desa Rendeng dan sempat vakum dikarenakan adanya Pandemi Covid-19 yang kemudian pada akhirnya berhasil digelar pada tahun ini.
Menurut Kepala Desa (Kades) Rendeng Muslih mengatakan. bahwa adanya festival ini untuk mengangkat budaya warisan turun temurun desa yakni kerajinan gerabah. ’’Festival gerabah ini alasannya ya untuk mengangkat gerabah lagi soalnya kan warisan leluhur yang kita lestarikan agar tidak punah. Soalnya kan ini sudah dari nenek moyang kita dan satu-satunya di Bojonegoro ini ya gerabah yang ada di Rendeng,” katanya.
Beliau juga mengatakan mengenai tujuan dengan adanya festival ini yakni untuk memacu setiap RT untuk saling berkreasi membuat kerajinan dari gerabah. ’’Tujuannya ya untuk memacu setiap RT membuat ikon dengan tema hewan-hewan, dan biasanya celengan Malo kan terkenal hewan macan seperti itu dari dulu. Lha, ini kami coba angkat kembali dan tiap RT kan berbeda-beda hewannya,” ujar Muslih.
Festival ini juga dimeriahkan beberapa kesenian seperti Reog Singo Kumbang Joyo yang berasal dari Blora, drumband, serta kesenian oklik. Selain itu, juga terdapat karnaval dengan tema budaya serta pembagian hadiah doorprize bagi masyarakat Desa Rendeng sebagai bentuk apresiasi kepada Masyarakat.
Acara tersebut juga dihadiri oleh DPMD serta Sekretaris Daerah (Sekda) Nurul Azizah dikarenakan pada festival tersebut juga terdapat acara Launching Desa Berdaya Wisata Edukasi Gerabah yang dibuka Nurul Azizah.
Dengan berhasilnya acara Festival Gerabah tersebut, Muslih berharap bahwa festival ini akan memajukan citra Desa Rendeng sebagai desa perajin gerabah dan berharap, bahwa karya yang dihasilkan bisa dipajang di desa-desa lain.
’’Harapannya, paling tidak nanti hasil dari fertival tersebut hasil karya gerabah dari setiap RT akan kami pajang di sepanjang jalan jadi, suatu saat ada yang berwisata. berkunjung di Desa Rendeng tahu bahwa desa ini perajin gerabah,” tutupnya. (naw/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana