Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Balap Perahu Dayung Menjaga dan Melestarikan Kedekatan dengan Bengawan

Yuan Edo Ramadhana • Minggu, 27 Agustus 2023 | 19:32 WIB

ADU KECEPATAN: Adu cepat antarpeserta lomba dayung di Sungai Bengawan Solo, tepatnya di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk kemarin. (YUAN EDO/RDR.BJN)
ADU KECEPATAN: Adu cepat antarpeserta lomba dayung di Sungai Bengawan Solo, tepatnya di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk kemarin. (YUAN EDO/RDR.BJN)

 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Suara gemuruh sorak penonton memeriahkan acara lomba dayung se-Kecamatan Trucuk. Perahu mulai berjajar menghadap barat menandakan perlombaan segara dimulai.

Antusias penonton dan peserta membuat acara semakin meriah. Tak ketinggalan penjual pentol, es degan, es tebu, hingga penjual gorengan memadati lokasi sekitar lokasi perlombaan. Tepatnya di bantaran Sungai Bengawan Solo Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk.

“Agenda rutin setiap tahun ketika Agustus,” kata Panitia Penyelenggaran Lomba Dayung Lugito kemarin (26/8).

Dia menyampaikan, perlombaan dayung merupakan tradisi menjaga kedekatan masyarakat sekitar bantaran Sungai Bengawasan Solo yang harus dilestarikan.

Agenda rutin dilaksanakan ketika musim kemarau setiap Agustus. Termasuk dalam agenda peringatan kemerdekaan atau perlombaan agustusan.

Acara lomba dayung pun cukup meriah diikuti puluhan peserta. Meliputi 14 regu, 26 ganda putra, serta 14 ganda putri.

Tidak ada batasan usia, kecepatan menjadi modal utama memenangkan perlombaan. Jarak lintasan dayung mencapai 100 meter.

 

Dia mengapresiasi antusiasme masyarakat mengikuti san menonton lomba dayung.

“Menunjukkan masyarakat bantaran Sungai Bengawan Solo luar biasa,” beber Ketua Elang Bengawan Rescue (EBR) tersebut.

Bahkan, antusiasme masyarakat luar Kecamatan Trucuk cukup tinggi ingin mengikuti perlombaan. Seperti dari Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Kecamatan Kalitidu, hingga Padangan. Namun, disayangkan jumlah peserta dibatasi.

Dia menjelaskan, tidak ada biaya pendaftaran yang dikenakan alias gratis. Sedangkan, untuk hadiah lomba disiapkan anggaran sekitar Rp 6 juta.

“Hadiah akan diberikan berupa uang,” terangnya.

Dalam penyelenggaran lomba dayung panitia berasal dari Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk bekerja sama dengan Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD), EBR, dinas pemadan kebakaran dan penyelamatan (Damkarmat), desa tangguh bencana (destana), hingga taruna siaga bencana (tagana). (yna/msu)

 

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#bengawan solo #Lomba #perahu #Banjarsari #bengawan #agustus #Sungai #balapan #trucuk #bojonegoro #kemerdekaan #dayung #Agustusan #balap