BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Ribuan burung kertas menggantung di langit-langit di kawasan pertokoan Taman Rajekwesi, membuat kawasan yang lengang tersebut jadi meriah dan berwarna. Tercatat sudah ratusan pelajar yang merangkai burung mainan untuk digantung.
Sebuah pameran instalasi menyambut kemerdekaan itu, rerata diikuti pelajar sampai masyarakat umum. Ribuan burung kertas yang terkumpul untuk dipamerkan.
‘’Ada yang berukuran kecil, besar, hingga jumbo. Dibuat oleh pelajar, santri, dan masyarakat umum,” ungkap Ramon Pareno, seniman penggagas pameran instalasi.
Ramon menambahkan, pameran instalasi tersebut bertemakan burung sebagai simbol kebebasan atau kemerdekaan menyambut HUT RI Ke-78 di tahun ini.
Pria yang juga penggerak Dewan Kesenian Bojonegoro (DKB) tersebut awalnya tak menyangka bahwa antusiasme terus meningkat dari hari ke hari, meski puncak pameran baru berlangsung pada 19 Agustus.
Bahkan, baru terpasang dua separo kertas dari jumlah total terkumpul. Antusiasme tinggi meski pameran digarap secara kolaborasi dan swadaya.
‘’Tak hanya dari dalam kota, banyak peserta dari luar kota. Peserta biasanya menulis harapan atau doa-doa di bagian sayap burung,” ungkapnya.
Nusantara, salah seorang santri dari Mulyoagung, juga ikut andil membuat burung kertas bersama santri-santri lain. Proses pembuatannya mudah dan rerata pelajar senang membuat kerajinan tangan.
Bahkan dirinya membuat burung berukuran besar dengan bahan kertas kardus. Santri tersebut datang bersama orang tua, dan tak lupa menuliskan kata-kata di sayap burung.
‘’Tulisan saya yaitu balaslah keburukan dengan kebaikan,” ungkapnya. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana