RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kreator konten Willie Salim akhirnya buka suara setelah kehadirannya dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, menuai kritik dari warganet. Ia menyampaikan klarifikasi sekaligus meminta maaf atas polemik yang muncul.
Melalui pernyataan tertulis yang diunggah di media sosial pada Jumat (30/10/2026), Willie menjelaskan bahwa kehadirannya dalam acara tersebut hanya karena mendapat undangan.
Ia juga membantah terlibat dalam penyelenggaraan maupun pengaturan peserta. Willie menegaskan tidak menerima bayaran atau imbalan dalam bentuk apa pun atas kehadirannya.
Baca Juga: Soal Film The Longest Wait, Erick Thohir: "Ada Pengorbanan yang Tak Terlihat"
"Saya hadir karena mendapatkan undangan. Saya tidak terlibat dalam penyelenggaraan maupun pengaturan peserta acara, serta tidak menerima bayaran ataupun imbalan dalam bentuk apa pun," tulis Willie.
Willie mengaku datang dengan niat memberikan dukungan kepada masyarakat yang menyuarakan pendapatnya. Namun, ia menyadari seharusnya lebih teliti dalam memahami keseluruhan konteks kegiatan sebelum memutuskan untuk hadir.
"Terlepas dari apa pun niat saya, keputusan untuk hadir tetap menjadi tanggung jawab saya pribadi," lanjutnya.
Baca Juga: Film Dokumenter Timnas Indonesia Diprotes, Sosok yang Berjasa Justru Hanya Muncul di Momen Pemecatan
Ia pun menyampaikan permohonan maaf atas kurangnya ketelitian tersebut dan kekecewaan yang timbul akibat kehadirannya. Willie menyebut polemik ini menjadi pelajaran agar lebih berhati-hati, bijak, dan bertanggung jawab ke depannya.
Windah Basudara Akui Tak Tega kepada Willie Salim
Klarifikasi Willie turut mendapat tanggapan dari kreator konten Windah Basudara. Melalui unggahan Instagram Story, Windah mengaku sempat terbawa emosi dalam merespons polemik tersebut.
Ia bahkan menyebut telah menghapus sejumlah unggahan sebelumnya. Windah juga mengungkapkan bahwa dirinya memiliki perasaan tidak tega melihat Willie terus menjadi sasaran serangan.
"Dan to be honest, gw ada perasaan nggak tega juga ama si Willie Wonka," tulis Windah.
Meski demikian, Windah mengatakan keputusan pihak lain untuk tetap melanjutkan kritik bukan menjadi urusannya.
"Yang mau lanjut serang juga terserah, bukan urusan gw, yang nyerang bukan viewers gw doang kok," lanjutnya.
Dalam unggahan yang sama, Windah tetap menekankan pentingnya suara masyarakat secara bersama-sama. Ia menilai gerakan boikot dan penyampaian pendapat secara kolektif dapat menjadi bentuk tekanan publik.
Windah menyebut masyarakat perlu menunjukkan bahwa mereka juga memiliki kekuatan untuk membangun gerakan bersama.
Baca Juga: Soal Film The Longest Wait, Erick Thohir: "Ada Pengorbanan yang Tak Terlihat"
Awal Polemik Kehadiran Willie Salim
Sebelumnya, Willie Salim menjadi sorotan setelah menghadiri Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di Bundaran HI pada Kamis (29/10). Dalam acara tersebut, ia terlihat bersama sejumlah tokoh, termasuk Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad.
Kehadiran sejumlah figur publik dalam acara tersebut menuai kritik di media sosial. Perbincangan semakin ramai setelah muncul persoalan mengenai salah seorang peserta yang mengenakan almamater Universitas Dian Nusantara (Undira).
Peserta bernama Bayu Setiadi alias Dino itu kemudian mengaku bukan mahasiswa Undira. Ia juga menyatakan hadir atas undangan komunitas dan menerima bayaran.
Di tengah polemik tersebut, klarifikasi Willie menjadi penjelasan langsung mengenai alasan kehadirannya. Sementara respons Windah memperlihatkan sikap yang tidak sepenuhnya ingin melanjutkan serangan personal, meski ia tetap menyoroti kekuatan masyarakat dalam menyampaikan kritik secara bersama-sama. (kam/bgs)
Editor : Hakam Alghivari