7 Anime Masa Kecil yang Bikin Anak SD Dulu Ikut Menirukan Jurus Karakternya

Hakam Alghivari • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:50 WIB
Anime Naruto. (ISTIMEWA)
Anime Naruto. (ISTIMEWA)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pura-pura mengumpulkan energi di kedua tangan, merangkai gerakan jari ala ninja, hingga berteriak mengeluarkan jurus pamungkas saat bermain bersama teman. Bagi sebagian anak yang tumbuh pada era 2000-an, adegan seperti ini mungkin terasa akrab setelah menonton anime favorit di televisi.

Anime bukan hanya menghadirkan cerita petualangan dan pertarungan seru. Sejumlah serial juga memiliki jurus khas yang mudah dikenali, mulai dari Kamehameha milik Son Goku hingga teknik kloning bayangan yang digunakan Naruto. Gerakan tersebut begitu ikonik sehingga mudah terbawa ke permainan anak-anak di sekolah maupun lingkungan rumah.

Kenangan ini menjadi salah satu hal menarik dari anime yang menemani masa kecil generasi 2000-an. Berikut tujuh serial yang memiliki jurus, teknik, atau gaya bertarung khas dan layak membangkitkan nostalgia.

Baca Juga: 7 Kartun yang Menemani Masa SD Generasi Milenial, Bikin Kangen Era 2000-an

1. Dragon Ball, Jurus Kamehameha yang Legendaris

Bagi penggemar anime aksi, Dragon Ball sulit dilewatkan ketika membicarakan jurus ikonik. Serial ini mengikuti petualangan Son Goku yang terus berlatih untuk menjadi petarung lebih kuat dan menghadapi lawan-lawan tangguh.

Salah satu jurus paling terkenal adalah Kamehameha, teknik yang dilakukan dengan mengumpulkan energi di kedua tangan sebelum melepaskannya sebagai gelombang tenaga. Goku menjadi salah satu karakter yang paling identik dengan jurus tersebut.

Selain Kamehameha, transformasi Super Saiyan juga menjadi bagian yang membekas. Rambut yang berubah warna dan peningkatan kekuatan menghadirkan momen dramatis yang mudah dikenali penggemar.

Dalam permainan anak-anak, gaya mengumpulkan energi dan melepaskan serangan seperti Goku menjadi gambaran yang mudah dibayangkan. Tidak perlu efek khusus, cukup merentangkan tangan dan meneriakkan nama jurusnya.

Baca Juga: 7 Anime Jepang Favorit Anak SD Era 2000-an, dari Doraemon hingga Detective Conan

2. Naruto, Teknik Ninja yang Mengundang Rasa Penasaran

Naruto menjadi salah satu anime yang lekat dengan imajinasi tentang kehidupan ninja. Ceritanya mengikuti Naruto Uzumaki, seorang ninja muda yang bercita-cita menjadi Hokage dan mendapatkan pengakuan dari orang-orang di desanya.

Serial ini memiliki berbagai teknik khas. Salah satunya Kage Bunshin no Jutsu atau Teknik Klon Bayangan, yang memungkinkan Naruto menciptakan sejumlah klon dirinya untuk membantu dalam pertarungan.

Selain itu, ada Rasengan, serangan berbentuk bola energi yang dikembangkan Naruto melalui latihan. Gerakan tangan dan pose ketika menggunakan jurus-jurus tersebut membuatnya mudah dikenali.

Naruto juga memperkenalkan berbagai segel tangan yang digunakan untuk mengaktifkan teknik ninja. Bagi penggemarnya, gerakan jari tersebut menjadi bagian menarik untuk ditiru saat bermain, meskipun teknik yang digambarkan dalam anime tentu tidak bisa diwujudkan di dunia nyata.

3. One Piece, Jurus Karet Monkey D. Luffy

One Piece menghadirkan petualangan Monkey D. Luffy, kapten Bajak Laut Topi Jerami yang bercita-cita menemukan harta karun legendaris bernama One Piece dan menjadi Raja Bajak Laut.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Film Terbaik di Tahun 2026, Ada Sci-Fi, Animasi hingga Horor

Luffy memiliki tubuh elastis setelah memakan Buah Iblis yang dalam cerita awalnya dikenal sebagai Gomu Gomu no Mi. Kemampuan tersebut memungkinkannya meregangkan tangan dan kaki untuk menyerang lawan dari jarak tertentu.

Jurus seperti Gomu Gomu no Pistol menjadi salah satu serangan khasnya. Luffy menarik lengannya ke belakang, kemudian melontarkannya ke arah lawan dengan kekuatan besar.

Konsep tubuh karet membuat gaya bertarung Luffy berbeda dari karakter anime lainnya. Gerakannya juga mudah dikenali karena mengandalkan ayunan tangan dan pose yang ekspresif.

Bagi anak-anak yang mengikuti petualangannya, menirukan serangan Luffy bisa menjadi bagian dari permainan imajinatif bersama teman-teman.

Baca Juga: Bayu Skak Cerita Pernah Digoblok-goblokin Raditya Dika Gara-gara Target Penonton Yowis Ben

4. Saint Seiya, Serangan Cepat Para Kesatria Zodiak

Saint Seiya, yang juga dikenal melalui judul Knights of the Zodiac, mengikuti perjuangan para kesatria yang mengenakan zirah pelindung berdasarkan rasi bintang. Mereka bertugas melindungi Dewi Athena dari berbagai ancaman.

Salah satu karakter utamanya, Seiya, merupakan Kesatria Pegasus. Ia dikenal dengan jurus Pegasus Ryuseiken atau Tinju Meteor Pegasus, serangan yang digambarkan sebagai rentetan pukulan sangat cepat ke arah lawan.

Karakter lain juga memiliki teknik khas, seperti Diamond Dust milik Hyoga dan berbagai serangan dengan efek visual yang dramatis.

Meski serial ini berasal dari era yang lebih awal daripada sebagian anime populer pada 2000-an, tayangan ulang dan popularitasnya membuat Saint Seiya tetap dikenal oleh sebagian penonton Indonesia.

Bagi penggemar cerita kesatria, pose bertarung dan nama jurus yang terdengar megah menjadi daya tarik tersendiri.

5. Digimon Adventure, Evolusi yang Mengubah Jalannya Pertarungan

Digimon Adventure menceritakan sekelompok anak yang terjebak di Dunia Digital dan bertemu dengan makhluk digital yang menjadi partner mereka. Bersama-sama, mereka menghadapi berbagai ancaman sambil mencari jalan untuk kembali ke dunia manusia.

Salah satu bagian paling ikonik dalam serial ini adalah proses digivolution, yakni perubahan Digimon ke bentuk yang lebih kuat. Agumon, misalnya, dapat berevolusi menjadi Greymon dan memperoleh kemampuan bertarung yang lebih besar.

Baca Juga: 7 Film Jepang Ini Setidaknya Wajib Ditonton Sekali Seumur Hidup

Setiap Digimon memiliki serangan khas. Agumon dikenal dengan Pepper Breath, sedangkan Greymon memiliki Mega Flame.

Daya tarik Digimon bukan hanya pada jurusnya, melainkan juga momen perubahan bentuk yang diiringi musik dan animasi dramatis. Proses evolusi tersebut menjadi salah satu bagian yang paling mudah diingat oleh penonton.

Bagi anak-anak, menyebut nama Digimon dan bentuk evolusinya bisa menjadi cara untuk menghidupkan kembali petualangan yang mereka saksikan di televisi.

6. Beyblade, Pertarungan Gasing dengan Jurus Khusus

Beyblade membawa pertarungan ke arena gasing. Serial ini mengikuti para blader yang berkompetisi menggunakan Beyblade, gasing yang dirancang dengan berbagai komponen dan kemampuan.

Baca Juga: 7 Game Online Paling Gacor Tahun 2026 yang Wajib Kamu Mainkan!

Dalam serial Beyblade, pertarungan tidak hanya ditentukan oleh putaran gasing. Karakter juga memiliki jurus khusus dan makhluk simbolis yang dikenal sebagai Bit-Beast dalam seri klasik, sehingga pertandingan terasa lebih dramatis.

Tyson Granger, salah satu tokoh utama dalam seri orisinal, dikenal bersama Beyblade andalannya, Dragoon. Saat bertarung, serangan digambarkan melalui efek visual yang seolah menghadirkan kekuatan besar di arena.

Daya tarik Beyblade juga meluas ke luar layar televisi. Mainan gasingnya dapat dimainkan secara langsung, membuat penggemar bisa mengadakan pertandingan sendiri dengan teman-teman.

Karena itu, kenangan tentang Beyblade sering kali berkaitan dengan dua hal sekaligus: meneriakkan nama serangan ketika menonton dan mengadu gasing ketika bermain.

7. Inazuma Eleven, Jurus Sepak Bola yang Tidak Biasa

Inazuma Eleven menggabungkan sepak bola dengan aksi khas anime. Ceritanya mengikuti Mark Evans atau Mamoru Endou, seorang penjaga gawang yang berjuang membangun tim sepak bola sekolahnya hingga mampu bersaing di tingkat lebih tinggi.

Yang membedakan serial ini dari anime olahraga biasa adalah penggunaan jurus khusus. Pemain dapat melakukan tendangan dengan efek visual luar biasa, sedangkan penjaga gawang memiliki teknik untuk menahan tembakan lawan.

Salah satu jurus yang terkenal adalah God Hand, teknik pertahanan yang digunakan Mark untuk menghentikan bola. Ada pula berbagai tendangan spesial yang dilakukan pemain lain dengan gerakan dan nama khas.

Inazuma Eleven memberi warna berbeda pada imajinasi anak-anak yang gemar sepak bola. Permainan di lapangan tidak lagi hanya soal mencetak gol, tetapi juga menirukan pose dan nama jurus yang mereka kenal dari serial tersebut.

Tentu, jurus-jurus itu merupakan bagian dari fiksi. Namun, perpaduan olahraga dan fantasi membuat Inazuma Eleven menarik bagi penonton muda.

Baca Juga: Joko Anwar Raih Apresiasi Luar Negeri, Terima Gelar Kesatria Seni dari Kemenbud Perancis

Anime yang Membuat Permainan Masa Kecil Lebih Seru

Setiap anime dalam daftar ini memiliki ciri khas berbeda. Dragon Ball identik dengan serangan energi, Naruto dengan teknik ninja, One Piece dengan kemampuan tubuh elastis, sedangkan Saint Seiya menghadirkan serangan para kesatria.

Digimon menawarkan perubahan bentuk yang dramatis, Beyblade membawa pertarungan ke arena gasing, sementara Inazuma Eleven mengubah pertandingan sepak bola menjadi aksi penuh jurus khusus.

Daya tarik tersebut memperlihatkan bagaimana karakter dan adegan anime dapat melekat dalam ingatan penontonnya. Bagi sebagian anak, pengalaman menonton tidak berhenti ketika televisi dimatikan. Imajinasi mereka berlanjut saat bermain bersama teman, membuat pose sendiri, atau menciptakan pertandingan berdasarkan serial favorit.

Kini, mengingat nama-nama jurus tersebut bisa menjadi cara sederhana untuk kembali mengenang masa kecil.

Dari Kamehameha hingga Rasengan, jurus anime mana yang paling sering kamu tirukan saat masih SD? (kam/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
anak sd anime generasi milenial masa kecil