7 Anime Jepang Favorit Anak SD Era 2000-an, dari Doraemon hingga Detective Conan

Hakam Alghivari • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 16:55 WIB
Ilustrasi anime jepang detective conan. (ISTIMEWA)
Ilustrasi anime jepang detective conan. (ISTIMEWA)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Doraemon, Crayon Shinchan, hingga Detective Conan merupakan nama-nama yang lekat dengan kenangan masa kecil banyak anak Indonesia. Pada era 2000-an, serial animasi Jepang menjadi bagian dari hiburan televisi yang menemani keseharian sebagian anak sekolah dasar, mulai dari kisah komedi keluarga hingga petualangan penuh misteri.

Setiap serial memiliki daya tarik tersendiri. Ada yang membuat penonton membayangkan memiliki alat ajaib, ada yang mengundang tawa lewat tingkah tokohnya, dan ada pula yang mengajak mereka ikut menebak pelaku dalam sebuah kasus.

Baca Juga: 7 Kartun yang Menemani Masa SD Generasi Milenial, Bikin Kangen Era 2000-an

Kini, ketika tayangan animasi dapat diakses melalui berbagai platform digital, sejumlah judul tersebut masih mudah dikenali oleh generasi yang tumbuh pada masa itu. Berikut tujuh anime Jepang yang bisa membawa kembali kenangan masa SD era 2000-an.

1. Doraemon, Robot Kucing dengan Alat Ajaib

Doraemon menjadi salah satu karakter animasi Jepang yang paling dikenal di Indonesia. Serial ini berkisah tentang robot kucing dari abad ke-22 yang datang untuk membantu Nobita Nobi, anak sekolah yang kerap mengalami kesulitan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan kantong ajaibnya, Doraemon bisa mengeluarkan berbagai alat canggih. Pintu ke Mana Saja, Baling-Baling Bambu, dan Mesin Waktu merupakan beberapa benda ikonik yang sering muncul dalam ceritanya.

Daya tarik Doraemon bukan hanya terletak pada teknologi ajaib yang mengundang imajinasi. Persahabatan dengan Nobita, konflik dengan teman-teman sekolah, serta pesan tentang tanggung jawab membuat kisahnya tetap dekat dengan kehidupan anak-anak.

Baca Juga: Lakukan Hal Sederhana Ini agar Pasangan Makin Sayang, Mencuci Pakaian hingga Memandikan anak

2. Crayon Shinchan, Bocah Lima Tahun yang Gemar Bikin Ulah

Crayon Shinchan menghadirkan humor melalui keseharian Shinnosuke Nohara, bocah lima tahun yang sering membuat keluarganya kewalahan. Tingkahnya yang jahil, komentar spontan, dan perilaku tidak terduga menjadi ciri khas serial ini.

Shinchan tinggal bersama ayahnya, Hiroshi, ibunya, Misae, dan adik perempuannya, Himawari. Berbagai kejadian sederhana di rumah maupun sekolah kerap berkembang menjadi situasi kocak.

Berbeda dari kartun yang mengandalkan petualangan besar, Crayon Shinchan banyak mengambil cerita dari kehidupan sehari-hari. Gaya komedinya membuat karakter ini mudah diingat, meskipun beberapa humornya memang lebih ditujukan kepada penonton yang lebih dewasa.

3. Ninja Hattori, Petualangan Ninja Cilik dan Sahabatnya

Ninja Hattori menceritakan Kanzo Hattori, ninja cilik yang datang ke kehidupan Kenichi Mitsuba. Keduanya kemudian bersahabat, sementara Hattori kerap membantu Kenichi menghadapi berbagai persoalan.

Kemampuan ninja Hattori menjadi salah satu daya tarik utama. Ia dapat menggunakan beragam teknik khas ninja untuk menyelesaikan masalah, termasuk ketika harus berhadapan dengan Kemumaki, ninja yang kerap menjadi pesaingnya.

Kehadiran Shishimaru, anjing ninja yang menggemaskan, menambah unsur komedi dalam serial ini. Perpaduan persahabatan, aksi, dan humor membuat Ninja Hattori menjadi salah satu judul yang patut diingat ketika membicarakan animasi Jepang era 2000-an.

Baca Juga: Rekomendasi Anime 2026: Deretan Judul Baru dan Season Lanjutan yang Wajib Masuk Watchlist

4. Chibi Maruko-chan, Kisah Sederhana Anak Sekolah Dasar

Chibi Maruko-chan mengikuti keseharian Momoko Sakura, yang akrab dipanggil Maruko. Ia merupakan siswi sekolah dasar yang tinggal bersama keluarganya dan menghadapi berbagai kejadian sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Cerita Maruko tidak selalu berisi petualangan luar biasa. Perselisihan dengan saudara, urusan sekolah, bermain bersama teman, hingga keinginan mendapatkan sesuatu menjadi bagian dari kisahnya.

Justru kesederhanaan tersebut yang membuat serial ini terasa dekat dengan pengalaman anak-anak. Maruko digambarkan sebagai anak biasa yang terkadang malas, ceroboh, atau ingin menghindari tanggung jawab. Karakternya membuat penonton dapat menemukan potongan kehidupan mereka sendiri dalam cerita.

5. Hamtaro, Hamster Kecil dengan Petualangan Menggemaskan

Hamtaro mengangkat kisah seekor hamster bernama Hamtaro yang tinggal bersama pemiliknya, seorang anak perempuan bernama Laura dalam versi sulih suara yang dikenal luas. Di luar rumah, Hamtaro berteman dengan kelompok hamster yang kerap berkumpul dan melakukan berbagai petualangan kecil.

Baca Juga: Siska Nur Hidayatun, Isi Energi lewat Anime

Cerita Hamtaro memiliki suasana yang lebih ringan dibandingkan anime bertema pertarungan. Persahabatan, rasa ingin tahu, dan kegiatan sederhana menjadi inti petualangan mereka.

Karakter hamster yang mungil dengan ekspresi menggemaskan menjadi kekuatan utama serial ini. Bagi anak-anak yang menyukai tokoh hewan, Hamtaro menawarkan tontonan yang berbeda dari kisah robot, ninja, atau pahlawan dengan kekuatan super.

6. Pokémon, Petualangan Ash Bersama Pikachu

Pokémon memperkenalkan penonton kepada Ash Ketchum, seorang anak yang bercita-cita menjadi Pokémon Master. Bersama Pikachu, ia menjelajahi berbagai wilayah, bertemu Pokémon baru, dan mengikuti pertarungan untuk mengembangkan kemampuannya.

Pikachu menjadi karakter paling ikonik dari waralaba ini. Hubungannya dengan Ash memperlihatkan pentingnya kepercayaan dan kerja sama, sedangkan kemunculan berbagai jenis Pokémon membuat dunia ceritanya terasa luas.

Popularitas Pokémon juga melampaui layar televisi. Waralaba ini berkembang melalui permainan video, kartu koleksi, mainan, dan berbagai produk lainnya. Hal tersebut membuat Pokémon memiliki daya tarik tersendiri bagi anak-anak yang ingin mengenal karakter favorit mereka di luar serial animasi.

7. Detective Conan, Misteri yang Mengajak Penonton Ikut Berpikir

Detective Conan menghadirkan cerita yang berbeda dari kebanyakan kartun anak-anak. Tokoh utamanya, Shinichi Kudo, merupakan detektif remaja yang tubuhnya mengecil setelah diracuni organisasi misterius. Ia kemudian menggunakan identitas Conan Edogawa untuk memecahkan berbagai kasus.

Dalam setiap cerita, Conan mengamati petunjuk, mengumpulkan bukti, dan mencari tahu siapa yang bertanggung jawab atas sebuah kejadian. Penonton pun diajak mengikuti proses penyelidikan, bahkan mencoba menebak pelaku sebelum misteri terungkap.

Unsur detektif menjadi pembeda utama serial ini. Di tengah banyaknya animasi yang mengandalkan komedi atau pertarungan, Detective Conan menawarkan teka-teki yang membuat penonton penasaran dengan akhir setiap kasus.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Film Terbaik di Tahun 2026, Ada Sci-Fi, Animasi hingga Horor

Anime Jepang yang Membekas di Ingatan Masa Kecil

Tujuh serial tersebut memperlihatkan beragam jenis cerita yang pernah menjadi bagian dari hiburan anak-anak Indonesia. Doraemon dan Ninja Hattori menawarkan petualangan, Crayon Shinchan dan Chibi Maruko-chan mengangkat keseharian, sedangkan Hamtaro menghadirkan kisah persahabatan yang ringan.

Di sisi lain, Pokémon menawarkan dunia penuh karakter untuk dijelajahi, sementara Detective Conan mengajak penonton mengikuti misteri dan penyelidikan.

Pengalaman setiap generasi tentu berbeda, bergantung pada usia, kebiasaan menonton, dan tayangan yang tersedia pada masanya. Namun, bagi mereka yang pernah mengikuti serial-serial tersebut, nama karakternya bisa menjadi pengingat akan masa ketika televisi masih menjadi salah satu hiburan utama di rumah.

Dari Doraemon hingga Detective Conan, kartun Jepang mana yang paling membekas dalam ingatan masa SD kamu? (kam/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
era 2000-an anak sd anime televisi jepang