RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Siapa sangka sebuah meme internet bisa begitu populer hingga jadi film? Setelah diumumkan sejak 2023 silam, film “Backrooms” resmi meluncur di bioskop Amerika Serikat pada Jumat (29/5), dan bakal tampil di bioskop Indonesia dua minggu kemudian (10/6).
“Backrooms” dirilis oleh studio A24 Films dan menjadi debut YouTuber dan animator horor Kane Parsons di dunia film sinema sebagai direktur film. Film ini bakal dibintangi oleh Chiwetel Ejiofor, Renate Reinsve, Mark Duplass, Finn Bennett, plus aktirs muda keturunan Indonesia, Lukita Maxwell.
Film ini memiliki basis dari creepypasta atau cerita horor pendek yang juga hanya berjudul “Backrooms”, alias gudang atau kamar belakang. Menurut penelusuran laman KnowYourMeme, awalnya seorang pengguna awanama di 4chan mengunggah sebuah foto ruangan kosong dan besar tanpa banyak penjelasan.
“Jika kalian tidak hati-hati dan tersasar dari kenyataan dari pintu masuk yang salah, kalian akan mendarat di ruang belakang ini, yang hanya berisi karpet tua yang bau, dinding kuning pucat yang bisa membuat gila, suara aliran listrik dari lampu di atas, dan ruangan kosong yang luas sekali dengan berbagai pintu masuk tersembunyi. Berdoalah jika kalian melihat mahluk lain yang melintas, karena sudah pasti mahluk tersebut melihat kalian lebih dulu,” bunyi deskripsi foto yang diunggah oleh awanama tersebut pada 2019 silam. Ruangan tersebut sendiri akhirnya terungkap sebagai bekas toko mebel yang kini berubah menjadi toko mainan di wilayah Oshkosh, Wisconsin, Amerika Serikat.
Kisah dan foto “backrooms” tersebut kemudian menjadi salah satu meme trending yang banyak beredar di era pandemi Covid-19 dan pasca pandemi, sesuai temanya yang menggambarkan kesunyian mendadak. Banyak pengguna internet yang menambahkan berbagai objek ke dalam ‘ruangan’ tersebut, mulai dari mahluk-mahluk seram sesuai deskripsi tersebut, hingga berbagai tokoh kartun dan animasi untuk menghapus seramnya ruangan “Backrooms”.
Baca Juga: 7 Film Jepang Ini Setidaknya Wajib Ditonton Sekali Seumur Hidup
Salah satu dari mereka, Kane Parsons sering mengunggah konten video kreasinya berdasarkan cerita horor tersebut ke dalam channel YouTubenya, Kane Pixels. Kane sering membuat video “Backrooms” dengan gaya ‘found footage’ atau video amatir untuk menambah kesan seram di dalam ruangan, dengan menampilkan berbagai mahluk halus, monster, serta berbagai fenomena serupa lain.
Pada akhirnya, Kane memutuskan untuk mengadaptasi kisah “Backrooms” sebagai film sinema dan mulai bekerja sejak Februari 2023. Karena asal muasal meme “Backrooms” yang simpang siur, Kane menyebut filmnya merupakan interpretasi meme tersebut secara pribadi, dengan menekankan aspek horor psikologi.
“Saya bukan ahli psikologi sehingga saya paham kalau ada yang tidak sepakat (dengan penggambarannya), namun menurut saya film ini menjabarkan fakta bahwa secara alami, manusia tidak sepenuhnya memiliki akal dan ingatan yang sempurna. Semua yang kita rasakan berasal dari lingkungan yang sudah lama terbentuk untuk mendorong kita sebagai sosok yang berguna di mana saja,” jelas Kane dalam wawancaranya bersama majalah Rolling Stones pada Kamis (28/5).
Selain itu, membuat film “Backrooms” tidak berarti Kane mengklaim sebagai pencipta meme tersebut. “Saya bersikeras bahwa saya bukan pencipta maupun ingin menciptakan meme tersebut, film ini hanya sekedar dari sudut pandang saya,” tambah pemuda berusia 21 tahun tersebut.
Dalam film “Backrooms”, alkisah seorang pemilik toko mebel bernama Clark (diperankan Ejiofor) tiba-tiba menemukan sebuah portal misterius di gudang bawah tanah tokonya, yang membawanya ke dimensi “Backrooms” yang kosong, namun penuh misteri. Sejak saat itu, Clark mencoba mondar-mandir masuk ke dalam dimensi tersebut setelah tokonya tutup hingga disangka hilang oleh terapisnya, Dr. Mary Kline (diperankan Reinsve).
Clark kemudian menceritakan pengalamannya di backrooms kepada Dr. Kline, namun sang psikolog sulit menerima kenyataan dari kisah Clark. SehingGa Clark mencoba mengajak Dr. Kline untuk masuk ke dalam “Backrooms”, namun mereka kemudian harus menghadapi anomali dan pergeseran realita yang berada dalam ruangan tersebut.
CGV, Cinema XXI, Cinepolis dan Flix Cinema resmi ditunjuk sebagai distributor film “Backrooms” di Indonesia. Semuanya bakal kompak memulai penayangan film berdurasi 111 menit ini pada 10 Juni mendatang. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana