RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Ledakan tawa di bioskop seluruh Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda meredup. Sebaliknya, intensitasnya justru semakin "Menyala".
Per hari ini, Jumat (2/1/2026), industri perfilman tanah air resmi menyaksikan pergeseran peta sejarah yang sangat signifikan.
Berdasarkan laporan data terbaru, film komedi fenomenal Agak Laen: Menyala Pantiku berhasil mencatatkan performa gemilang pada hari Kamis (1/1/2026) dengan torehan 181.332 penonton dalam satu hari saja.
Angka tersebut membawa total perolehan penonton mereka kini menyentuh 10.183.645 orang. Hasil ini secara resmi menumbangkan rekor horor legendaris KKN di Desa Penari (10.061.033 penonton) yang telah bertahan selama bertahun-tahun sebagai film Indonesia pertama yang menembus angka 10 juta.
Misi 24 Jam: Menggulingkan 'Jumbo' dari Puncak
Kini, perhatian publik tertuju pada satu nama: Jumbo. Film animasi karya Ryan Adriandhy yang baru saja bertahta di puncak film terlaris sepanjang masa dengan 10.233.002 penonton tersebut kini berada dalam jangkauan "serangan" pasukan Agak Laen.
Hanya dibutuhkan sekitar 49.357 penonton tambahan bagi Agak Laen: Menyala Pantiku untuk menyamai rekor Jumbo.
Melihat tren kemarin yang masih mampu meraup 181 ribu penonton, maka bisa dipastikan: Hari ini, Jumat (2/1/2026), Agak Laen: Menyala Pantiku resmi menjadi film Indonesia nomor 1 dengan jumlah penonton terbanyak sepanjang masa.
Mengapa 'Agak Laen: Menyala Pantiku' Begitu Tangguh?
Bukan sebuah kebetulan jika sekuel ini mampu tampil lebih beringas dibanding film pertamanya. Ada beberapa faktor krusial yang membuatnya menjadi raja baru di bioskop:
-
Momen Rilis yang Sempurna: Rilis pada 27 November 2025 memberikan nafas yang panjang untuk menyerap penonton dari masa libur Natal hingga Tahun Baru.
-
Kualitas Komedi yang Konsisten: Keberhasilan mempertahankan chemistry Bene Dion, Indra Jegel, Boris Bokir, dan Oki Rengga membuat penonton tidak ragu untuk melakukan repeat order (nonton berkali-kali).
-
Daya Tahan Layar (Showtime): Hingga awal Januari, penurunan jumlah layar film ini sangat minim. Dengan okupansi yang tetap tinggi (rata-rata di atas 180 ribu per hari saat liburan), pihak bioskop tetap memberikan porsi layar utama bagi film ini.
Target Berikutnya: Raja Terakhir 'Avengers: Endgame'
Setelah mengamankan gelar Film Nasional Terlaris hari ini, tantangan sesungguhnya adalah menyentuh angka 10.976.338 penonton milik Avengers: Endgame.
Selisih sebesar kurang lebih 792.000 penonton kini menjadi target ambisius berikutnya. Jika Agak Laen: Menyala Pantiku mampu mempertahankan rata-rata 50.000–80.000 penonton per hari selama sisa pekan pertama Januari ini, maka peluang untuk menumbangkan film superhero Marvel tersebut bukan lagi sekadar mimpi di siang bolong.
Ini bukan sekadar kemenangan sebuah film, tapi kemenangan komedi lokal di tengah gempuran tren horor. Hari ini, industri film Indonesia membuktikan bahwa tawa adalah bahasa pemersatu yang paling kuat untuk menarik orang ke bioskop. (bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko