Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Video Game Apa Saja yang Jadi Favorit Pemuda Bojonegoro Saat Ini? Begini Temuan IESPA Bojonegoro

Yuan Edo Ramadhana • Minggu, 14 Desember 2025 | 01:10 WIB
Game Peak
Game Peak

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kalau dulu masyarakat Bojonegoro biasanya berkumpul ngopi untuk sekedar ngobrol atau membaca, sekarang pemuda Bojonegoro seringkali berkumpul di berbagai warung dan kafe untuk bermain video game bersama. Tentu, dengan game multiplayer yang banyak meramaikan smartphone dan konsol saat ini, lebih mudah untuk berkomunikasi dan berkoordinasi jika bermain langsung secara bersama-sama, terlebih dengan resiko yang ada jika bermain secara acak.

Tentu, tidak semua game yang tersedia untuk publik selalu sama. Hampir semua kegemaran masyarakat tersedia saat ini, mulai dari game santai yang tidak perlu banyak bertingkah, game olahraga untuk menyalurkan kegemaran di  bidang olahraga kesukaan seperti sepak bola, hingga berbagai game strategi yang menuntut para penggemarnya menguras kemampuan otak.

Menurut Ketua IESPA Bojonegoro Iwan Syarozi, saat ini video game berjenis battle royale, olahraga sepak bola dan multiplayer online battle arena (MOBA) banyak digemari di Bojonegoro, karena aksesbilitas yang mudah dan tersedia gratis. Semuanya lebih sering digemari oleh para pemuda yang memilih bermain melalui smartphone mereka.

“Kalau di Bojonegoro sendiri yang lagi hype Mas ya, Mobile Legends (MLBB) ini enggak pernah tergantikan. Soalnya emang dari sisi marketing-nya Mobile Legends memang bagus. Yang kedua itu eFootball, yang dulu bernama Pro Evolution Soccer (PES), karena semua orang bisa memainkan di HP-nya masing-masing,” jelas Iwan saat mampir di studio Podcast Radar Bojonegoro pada awal Desember (7/12).

Namun menurut Iwan, genre battle royale saat ini mengalami penyusutan animo di Bojonegoro. Pandangannya, event dalam game yang ditawarkan oleh berbagai game dari genre yang terinspirasi dari novel Jepang tersebut kurang menarik, baik untuk pemain yang sudah lama bergelut maupun pemain baru.

“Yang ketiga ini Free Fire, yang keempat ini baru PUBG. PUBG ini menurun karena mungkin dari developer-nya event-event-nya itu lagi naik turun,” tambah Iwan.

Pria yang juga wasit esport nasional tersebut juga berpandangan, Bojonegoro memiliki komunitas fighting game community (FGC) yang solid untuk membawa  video game genre fighting atau beladiri menjadi lebih populer. Sehingga jika para pengembang game battle royale tidak melakukan inovasi, tren battle royale dapat tersalip pada tahun depan.

“Prediksi saya untuk tren game di Bojonegoro tahun depan, Mobile Legends itu enggak bisa diganti. Yang kedua eFootball masih naik lagi. Nah, yang ketiga Tekken. Free Fire sama PUBG Mobile ini tergantung dari developer-nya, kalau banyak event-nya mungkin bakal hype lagi,” papar Iwan.

Sementara itu, Iwan dan IESPA Bojonegoro juga menemukan bahwa skena modding atau modifikasi game di Bojonegoro juga turut berkembang, namun masih cukup terbatas. Kebanyakan dari mereka berkutat di berbagai video game dengan sifat sandbox atau kreasi bebas, misal Minecraft dan Roblox. Sehingga sama seperti atlet esports, para modder juga butuh wadah untuk berkembang, dan diharapkan suatu hari nanti bisa ‘naik kelas’ menjadi developer game seutuhnya.

“Kemarin saya tanya dari Komite ekraf, kan baru sekedar Minecraft aja, cuma itu kan baru permulaan aja, belum sampai ke dia benar-benar membentuk game-nya sendiri. Sementara kalau kita main Roblox sendirian ya kayak kita orang linglung. Di Bojonegoro belum ada event Roblox, karena itu game yang mainnya harus bareng-bareng,” ujar Iwan. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Free Fire #konsol #iespa #battle royale #Tekken #pubg #Multiplayer #MOBA #video game #PES #Fighting Game #bojonegoro #Minecraft #efootball #game #pubg mobile #smatrphone flagship #Hiburan #Roblox #mobile legends