RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Setelah menjelajah sektor gaming handheld atau portabel melalui gawai atau gadget Steam Deck, kini perusahaan raksasa gim asal Amerika Serikat, Valve kembali meluncurkan produk peranti keras (hardware) baru. Kali ini mereka beralih ke sektor komputer dan konsol, dengan meluncurkan Steam Machine pada Kamis dinihari (13/11).
Meskipun diluncurkan setelah Steam Deck, cikal bakal Steam Machine sebagai sistem permainan konsol sebenarnya sudah digagas lebih dari satu dekade lalu, tepatnya pada 2012 silam. Namun pengembangan Steam Machine sempat dihentikan pada 2017 silam karena keterbatasan kemampuan perangkat lunak dan keras.
Baru setelah mereka menyelesaikan dan merilis Steam Deck pada 2021, Valve berhasil menemukan jawaban untuk pengembangan Steam Machine. Semula direncanakan berbentuk konsol selayaknya pesaing mereka, misal PlayStation dan Xbox, kini Steam Machine dikemas sebagai komputer mini (Mini PC), yang bisa digunakan sebagai mesin video game sekaligus komputer biasa yang dijinging kemana-mana.
Sama seperti Steam Deck, Steam Machine mengandalkan sistem operasi rancangan mereka sendiri, SteamOS yang merupakan hasil modifikasi dari Arch Linux. Untuk perangkat keras, Valve memercayakan berbagai produk AMD untuk memberi nyawa kepada komputer kecil mereka, plus RAM campuran dengan spesifikasi RAM DDR5 sebesar 16 GB, dan RAM DDR6 sebesar 8 GB.
Tentu, Steam Deck memiliki performa yang jauh lebih baik ketimbang Steam Deck, namun Steam Machine masih perlu layar terpisah, misal televisi atau layar komputer, agar pengguna dapat menggunakan komputer tersebut.
“Dengan kekuatan enam kali lipat lebih tinggi ketimbang Steam Deck, Steam Machine dapat memainkan seluruh koleksi gim milik Anda di layanan Steam, termasuk gim AAA (performa tinggi). Seperti biasa, log in ke Steam untuk menampilkan kembali perpustakaan gim Anda,” bunyi rilis resmi Valve.
Sebagaiman telah dijelaskan, Steam Machine memiliki wujud berupa Mini PC berbentuk kotak 2,6 kilogram berukuran 15,2 cm x 16,2 cm x 15,6 cm dengan panel yang dapat diganti-ganti sesuai keinginan pemiliknya. Selain dapat diletakkan di hampir sembarang tempat, Steam Machine juga memiliki sistem Wifi dan Bluetooth, memiliki catu daya (PSU) mandiri, dan sambungan kabel USB-C serta USB-A.
Meskipun dibangun untuk kebutuhan bermain video game, Valve juga menjamin Steam Machine juga dapat digunakan selayaknya komputer biasa, misal untuk pekerjaan industri kreatif, pekerjaan dan hiburan pribadi, atau bahkan sekedar pekerjaan kantor.
“Benar bahwa Steam Machine dioptimalkan untuk kebutuhan gaming, namun pada akhirnya produk kami juga merupakan sebuah komputer. Anda punya kebebasan untuk menambah apilkasi lain, atau bahkan menambah sistem operasi lain yang Anda inginkan,” tambah rilis resmi Valve.
Akhirnya, tentu Steam Machine dapat disambungkan dengan produk perangkat keras Steam yang lain. Selain dengan Steam Deck dan Steam Controller, pengguna Steam Machine dapat menggunakan Steam Machine bersama dengan kacamata realitas maya (VR) Steam Frame.
Steam sendiri belum mengumumkan harga untuk Steam Machine, berhubung baru direncanakan rilis tahun depan. Namun rencananya Mini PC ini bakal dijual dalam dua varian, dengan pilihan penyimpanan SSD sebesar 512 GB atau 2 TB, dan keduanya dapat dipasangi memory card Micro SD. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana