Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Kenapa Lagu-Lagu dan Album Musik Baru Kini Dirilis Setiap Jumat? Begini Sejarahnya, Dipengaruhi Oleh Kemajuan Teknologi

Yuan Edo Ramadhana • Jumat, 10 Oktober 2025 | 02:13 WIB
(Dok. Spotify)
(Dok. Spotify)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Mungkin bagi Anda penikmat berbagai jenis musik, terutama lagu-lagu luar negeri baik dari Asia maupun Amerika Serikat, ada satu pola yang selalu konsisten tampil setiap kali ada lagu atau album baru yang diumumkan. Yakni, lagu atau album diterbitkan setiap hari Jumat, dan nyaris tidak pernah diterbitkan pada hari lain, termasuk Minggu.

Menurut catatan media dan penerbit tangga lagu Billboard pada 2015, sebelum internet mulai umum digunakan di berbagai belahan dunia, tidak ada ketetapan hari apa atau kapan lagu atau album musik harus dirilis. Pun demikian biasanya hari Selasa dipilih, agar lagu atau album segera naik ke tangga lagu terbitan Billboard keesokan harinya.

Selain itu, berbagai perusahaan rekaman musik di Inggris dan Perancis biasanya memilih hari Senin untuk merilis lagu dan album baru, untuk memudahkan penjualan pada akhir pekan. Perusahaan di Irlandia, Australia, dan Jerman punya ide yang sama, namun memilih rilis pada hari Jumat. Jepang, yang memiliki tangga lagu mereka sendiri, memilih untuk rilis pada hari Rabu.

Pada saat internet belum dipakai oleh masyarakat, dan lagu dan album masih dijual dalam bentuk piringan CD atau kaset tape, hal ini tidak menimbulkan masalah, karena jarang yang membawa kaset CD atau tape ke luar negeri untuk dijual kembali. Namun dengan persebaran internet dan layanan streaming musik digital yang tidak mengenal batas negara, Federasi Industri Fonografi Internasional (IFPI) melihat ada masalah baru yang dapat timbul, yakni potensi pembajakan dan masalah hak cipta.

Sehingga, IFPI mengusulkan agar seluruh perusahaan dan layanan musik kompak merilis album dan lagu baru setiap Jumat. Kebijakan tersebut, yang dinamai Global Release Day, dilakukan sejak 10 Juli 2015.

“Dalam dunia digital, kita tidak bisa membuat konsumen menunggu. Katakanlah dulu ada album yang dijual mulai Senin di Inggris. Nah, si pembeli kemudian dapat membajak dan mengunggah ulang seisi album agar dapat dinikmati oleh teman-temannya, misal yang sedang tinggal di Australia, sehingga mereka tidak perlu menunggu sampai hari Jumat,” jelas Kepala Komunikasi IFPI saat itu, Adrian Strain dalam wawancaranya bersama NPR 2015 silam.

Sehingga dengan rilis serentak di seluruh dunia, semua orang dapat menikmati lagu dan album baru secara bersama-sama. “Sehingga tidak ada lagi alasan untuk membajak lagu dan album sebelum tanggal rilis resmi,” tambah Adrian.

CEO IFPI saat itu, Frances Moore juga menyebut bahwa kebanyakan masyarakat suka mencari lagu dan album baru menjelang akhir pekan. Sehingga temuan tersebut menjadikan Jumat sebagai hari rilis internasional.

“Hasil penelitian kami dari survei masyarakat, mereka biasanya mencari album dan lagu baru setiap Jumat dan Sabtu. Selain itu, temuan dari pihak pedagang juga mengungkap bahwa masyarakat berbelanja produk seni, termasuk musik paling sering di akhir pekan, serta memamerkannya dan berbagi di media sosial pada rentang waktu yang sama,” ungkap Moore kepada Billboard.

Hingga saat ini, industri musik Indonesia masih ada di ambang antara cara jadul dan cara modern dalam urusan rilis karya musik baru. Sepanjang 2025, sebagian besar musisi dan label mengikuti tren dengan merilis lagu atau album baru pada Jumat, namun ada sebagian lain yang masih memilih untuk menerbitkan karya mereka pada Selasa. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#amerika serikat #Album #lagu baru #indonesia #label #Jumat #billboard #rekaman #asia #album baru #musik #Perusahaan #selasa #Senin #internet #seni musik #Lagu #ifpi #jepang #industri #Musisi #industri musik