RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Film horor sering kali identik dengan ketegangan, teror, dan jumpscare. Namun, Pencarian Terakhir yang akan tayang di bioskop mulai 28 Agustus 2025 menawarkan sesuatu yang berbeda: kisah horor yang dibalut erat dengan drama keluarga penuh makna.
Disutradarai Affandi Abdul Rachman dan diproduseri oleh Chand Parwez Servia, film ini membawa penonton pada perjalanan emosional seorang ayah, Tito (Donny Alamsyah), yang harus menghadapi trauma masa lalu demi mencari putrinya, Drupadi (Adzana Ashel), di Gunung Sarangan. Horor mendebarkan yang tersaji bukan sekadar soal penunggu gunung, tapi juga refleksi cinta dan pengorbanan dalam keluarga.
Donny Alamsyah menegaskan film ini berbeda dari horor konvensional. “Hutan dan gunung di film ini adalah perumpamaan dari tantangan hidup. Ada bapak yang menyiapkan anaknya untuk mandiri, ada ibu yang berkorban, dan ada suami yang rela masuk ke tempat mengerikan demi istri,” ungkapnya.
Sementara itu, produser Chand Parwez Servia menyebut film ini menghadirkan keseimbangan antara adrenalin dan pesan hangat. “Sesulit apapun kondisi kita, ada keluarga yang selalu menerima dan mencari kita,” katanya. Bagi penonton, pesan ini bisa jadi ruang refleksi yang jarang ditawarkan film horor pada umumnya.
Bahkan sutradara Affandi Abdul Rachman menambahkan bahwa ada kehangatan persahabatan para tokoh di dalam film. “Sajian horor yang kami hadirkan bukan sekadar menakuti, tapi juga membawa cerita keluarga yang kuat,” ujarnya. Dengan begitu, ketegangan di layar juga diimbangi momen-momen yang mengikat hati.
Artika Sari Devi, yang memerankan sosok ibu bernama Sita, mengaku perannya di film ini membuatnya banyak berefleksi. “Film ini menantang secara mental maupun fisik. Saya jadi lebih menghargai suami dan makin dalam memahami anak,” ungkap Artika. Kehadiran sosok ibu yang rela berkorban memberi dimensi emosional tersendiri pada film ini.
Tak hanya itu, perjalanan Drupadi (Adzana Ashel) juga digambarkan sebagai proses pendewasaan. Dari gadis yang ditinggalkan ibunya, ia dipaksa menjadi tangguh menghadapi dunia. Alur inilah yang membuat Pencarian Terakhir tak hanya menakutkan, tapi juga menyentuh hati penonton, terutama mereka yang pernah merasakan pahit-manis hubungan keluarga.
Dengan balutan mitos menyeramkan, atmosfer pendakian, dan kisah keluarga yang penuh cinta serta pengorbanan, Pencarian Terakhir hadir sebagai horor berbeda. Film ini bukan hanya menguji nyali, tapi juga menghadirkan ruang refleksi tentang arti keluarga. Mulai besok, misteri Gunung Sarangan siap menanti di layar bioskop. (kam)
Editor : Hakam Alghivari