RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Setelah memilih keluar dari Daejeon Red Sparks dan pulang ke Indonesia, akhirnya jagian voli Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi kembali melanjutkan karir ke luar negeri. Tidak tanggung-tanggung, kali ini Mega memilih untuk melanjutkan karir ke tanah Eropa.
Juli lalu, Megawati menyepakati kontrak dengan klub voli asal Turki, Manisa BBSK untuk bertanding di Kadınlar Voleybol 1. Ligi, divisi kedua Liga Voli Turki. Pada Minggu malam (17/8), Megawati dan suaminya, Dio Novandra tiba di kota Manisa.
Sebagai catatan, divisi utama Liga Voli Turki bernama Sultanlar Ligi, alias Liga Sultan. Manisa BBSK sendiri sedang mempaving jalan mereka ke kasta tertinggi, setelah musim lalu merebut tiket promosi dari Kadınlar Voleybol 2. Ligi.
Manisa merupakan sebuah kota di perbukitan wilayah barat Turki, tepatnya di lereng Gunung Spil, dan merupakan ibukota Provinsi Manisa. Manisa juga merupakan salah satu kota penting di Rayon Aegea, dan terletak hanya satu jam dari ibukota rayon tersebut, Izmir.
Baik Manisa maupun Izmir sama-sama berjarak dekat dengan Laut Aegea, dan berseberangan langsung dengan kota Athena di Yunani. Karena jaraknya yang dekat dengan lautan, secara ekonomi Manisa juga turut menerima berkah ekonomi dari kegiatan transportasi dan jual-beli di Izmir.
Pada zaman dahulu, sama seperti wilayah Turki, Manisa merupakan salah satu wilayah yang dikuasai Yunani, dengan nama Magnesia ad Sipylum. Namun pada tahun 190 SM, Kerajaan Romawi merebut Manisa dari tangan Yunani.
Bergabungnya Manisa dalam wilayah Turki dipengaruhi oleh kekuasaan tiga kerajaan pendahulu Turki, yakni Seljuk, Saruhan dan Ottoman. Secara teknis Manisa menjadi bagian dari Republik Turki setelah Revolusi Turki pada 1908, namun baru resmi menjadi wilayah Turki pasca perang kemerdekaan Turki dan runtuhnya kerajaan Ottoman pada 1922.
Sebelum Kerajaan Ottoman bubar, Yunani sempat mencoba menjajah Turki, termasuk wilayah Manisa. Meskipun pasukan Turki mampu merebut kembali Manisa, pasukan Yunani memutuskan membakar dan membumihanguskan seluruh isi kota (kurang lebih mirip Bandung Lautan Api).
Menurut catatan wakil duta Amerika Serikat untuk Turki saat itu, James Loder Park, hampir 90 persen wilayah kota Manisa hangus terbakar, termasuk 15 masjid dan lebih dari 10 ribu rumah penduduk. Beruntung, hanya perlu waktu satu tahun bagi pemerintah Turki di bawah presiden pertama mereka, Mustafa Kemal Attaturk untuk membangun kembali Manisa.
Karena menjadi wilayah kekuasaan banyak kerajaan, pengaruh peradaban Islam dan Kristiani sama-sama kuat di kota ini. Banyak masjid dan gereja bersejarah yang didirikan di Manisa sejak era Kerajaan Seljuk dan Byzantium, seperti Masjid Ulu, Masjid Ivaz Pasa, Gereja Filadelfia Alasehir dan Gereja Sardis.
Bahkan masjid tua di Manisa didirikan dengan sistem kulliye, yakni didirikan dalam satu kompleks yang terdiri dari masjid, sekolah, dapur umum, pemandian dan puskesmas. Masjid Ulu dan Masjid Muradiye merupakan contoh-contoh masjid kulliye yang ada di Manisa.
Di luar arsitektur keagamaan, Manisa juga memiliki bukti-bukti peradaban zaman Yunani dan Ottoman, seperti bekas-bekas kota Sardis, Benteng Manisa, dan Perumahan Kula.
Saat ini, Manisa menggantungkan diri dari hasil pertanian, produksi bahan bangunan, dan produk tekstil sebagai sumber pendapatan ekonomi utama. Kacang-kacangan, buah zaitun dan kapas merupakan komoditas utama yang dihasilkan oleh kota Manisa.
Untuk urusan olahraga, selera masyarakat Manisa tergolong serupa dengan berbagai kota di penjuru Turki. Sepak bola, basket dan bola voli sangat dinikmati oleh masyarakat setempat.
Kota Manisa memiliki dua klub sepak bola utama, yakni Manisa FK dan Manisaspor. Manisaspor pernah bermain di Super Lig (kasta teratas Liga Turki), namun sudah jauh terjerembap hingga menjadi klub amatir divisi ke-lima musim ini. Sementara Manisa FK yang lebih muda bernasib lebih baik, saat ini berada di TFF 1. Lig, atau satu kasta di bawah Super Lig.
Saat ini, basket menjadi olahraga yang paling dibanggakan di Manisa melalui klub mereka, Manisa Büyükşehir Belediyespor Kulübü (Klub Olahraga Metropolis Manisa), alias BBSK. Manisa BBSK didirikan sebagai klub basket putra sekaligus bola voli putri oleh pemerintahan kota Manisa pada 1994.
Agar tidak tertukar antara tim basket dan voli, mulai 2024 klub basket Manisa BBSK mengalami penyederhanaan nama menjadi Manisa Basket. Saat ini Manisa Basket merupakan salah satu kuda hitam Basketbol Super Ligi (Liga Super Basket Turki) dan rajin mengikuti kompetisi tingkat Eropa, namun belum pernah memenangkan titel liga.
Sementara itu, sebagaimana telah dipaparkan, klub voli Manisa BBSK masih merintis langkah menuju kasta teratas voli putri Turki. Sebelumnya mereka sukses naik kasta dari divisi tiga setelah finish di urutan runner-up.
Selain itu Manisa BBSK juga menaungi banyak cabang olahraga, diantaranya handball, judo, karate, catur, renang dan masih banyak lagi. Manisa FK sendiri dulunya merupakan cabang sepak bola dari Manisa BBSK, sebelum memisahkan diri pada 2014 silam. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana