RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Sutradara kenamaan Hanung Bramantyo melontarkan komentar tajam lewat Instagram Stories setelah membagikan ulang pernyataan produser Merah Putih One For All yang mengklaim film animasi tersebut tak menerima sepeser pun dana dari pemerintah.
Dalam unggahannya melalui Instagram story, Hanung menampilkan kutipan klaim sang produser dari postingan Pojok Cinema disertai komentar menohok.
“Terus kenapa buru-buru tayang?" tulisnya, sambil menandai Menteri dan Wakil Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon dan Giring Ganesha.
Dia juga menambahkan, sekelas film animasi dengan kualitasnya yang dipertanyakan publik dan banyak menuai cibiran masih mendapatkan panggung bioskop.
"Ironisnya kok bisa dapat tanggal tayang, di tengah 200 judul film Indonesia ngantre tayang? Kopet!”
Hanung mempertanyakan mekanisme yang memungkinkan Merah Putih: One For All mendapat slot rilis pada 14 Agustus 2025, di tengah padatnya antrean rilis film nasional. Menurutnya, keputusan tersebut terkesan dipaksakan.
Selain soal jadwal, Hanung menyoroti kualitas produksi film animasi itu. Merujuk pada kabar biaya produksi yang mencapai Rp6,7 miliar, ia menilai jumlah tersebut jauh dari cukup untuk menghasilkan animasi layar lebar yang layak.
“Budget 7M untuk film animasi, potong pajak 13 persen kisaran 6M, sekalipun tidak dikorupsi, hasilnya tetap jelek!!” tegasnya.
Hanung menjelaskan, pembuatan film animasi berkualitas memerlukan dana minimal Rp30–Rp40 miliar di luar promosi, serta waktu pengerjaan 4–5 tahun. Menurutnya, anggaran Rp6 miliar hanya cukup untuk tahap previs atau storyboard bergerak.
“Kalau itu yang ditayangkan, sudah pasti penonton akan resisten. Ibarat membangun rumah, belum dipelur semen dan lantainya masih cor-coran kasar,” ujarnya.
Kritik dari Hanung, yang telah berkecimpung lebih dari dua dekade di industri film, menambah sorotan publik terhadap Merah Putih: One For All garapan Perfiki Kreasindo. Meski menuai kontroversi, film tersebut tetap dijadwalkan rilis serentak pada 14 Agustus 2025. (kam)
Editor : Hakam Alghivari