Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Gunung Sarangan Sebagai Karakter Misterius: Setting Sakral yang Menyimpan Horor dalam Pencarian Terakhir

Hakam Alghivari • Jumat, 8 Agustus 2025 | 22:48 WIB
Poster Film Pencarian Terakhir.
Poster Film Pencarian Terakhir.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Bukan sekadar latar cerita, Gunung Sarangan tampil sebagai entitas hidup dalam film Pencarian Terakhir produksi Starvision. Misteri, kehilangan, dan sakralitas menyatu dalam kisah penuh haru ini.

Dalam film-film horor, gunung kerap hadir sebagai ruang sunyi dan menyeramkan. Namun dalam Pencarian Terakhir, karya terbaru sutradara Affandi Abdul Rachman bersama rumah produksi Starvision, Gunung Sarangan tidak hanya menjadi latar. Ia tampil sebagai karakter penuh teka-teki—diam, tapi menyimpan cerita yang mengguncang jiwa.

Film yang akan tayang 28 Agustus 2025 ini merupakan kelanjutan dari kisah yang telah dimulai sejak 2008. Sekuel ini sekaligus menuntaskan "trilogi spiritual" bertema pendakian bersama Sekawan Limo dan Petaka Gunung Gede. Ketiganya menjadikan alam sebagai arena perenungan, konflik batin, dan—lebih dari itu—pengungkapan misteri yang tak kasat mata.

Sakralitas dan Kehilangan di Pelukan Gunung

Gunung Sarangan dalam film bukan hanya bentang alam. Ia adalah ruang sakral, tempat cinta, trauma, dan kehilangan saling bertaut. Di gunung inilah Sita, istri Tito, menghilang secara misterius saat ulang tahun putri mereka yang ke-10. Tujuh tahun berselang, sang anak—Drupadi—naik sendiri ke gunung yang sama untuk mencari jejak sang ibu yang tak pernah pulang.

Sutradara Affandi Abdul Rachman menyebut bahwa cerita ini dirancang untuk menyuarakan rasa duka dan harapan banyak orang yang pernah mengalami kehilangan di pegunungan.

“Film ini tidak terlepas dari misteri di Gunung Sarangan yang dialami oleh Tito, Sita, Bagus, Oji, Gancar, dan Kang Bernard beberapa tahun lalu,” jelas Affandi. Melalui Pencarian Terakhir, ia ingin menghadirkan nuansa kehilangan yang tidak hanya fisik, tetapi juga spiritual.

Gunung yang Punya Suara Sendiri

Gunung Sarangan digambarkan sebagai entitas yang "hidup", penuh teka-teki dan berlapis makna. Penulis skenario Nataya Bagya menambahkan bahwa keindahan alam sering kali menutupi kesunyian yang menyimpan banyak pertanyaan.

“Jika bicara tentang gunung, sudah pasti keindahan alam dan kehangatan saat pendakian. Namun, banyak tempat sakral menyimpan misteri yang sulit dijelaskan lewat kata-kata,” ujarnya.

Bagi Nataya, film ini adalah bentuk penghormatan kepada mereka yang dengan tulus menjaga alam dan memaknainya sebagai bagian dari kehidupan, bukan sekadar destinasi wisata.

Horor yang Menyentuh Kesadaran

Tidak seperti film horor pada umumnya yang mengejutkan lewat jump scare, Pencarian Terakhir menanamkan rasa takut secara perlahan. Ketegangan dibangun dari hubungan antar karakter, dari dialog yang sunyi, hingga dari keberadaan alam yang tampak indah tapi tak bisa ditebak.

Inilah kekuatan dari semesta Sekawan Limo, Petaka Gunung Gede, dan kini Pencarian Terakhir. Ketiganya mengusung horor sebagai pengalaman emosional yang intim, bukan hanya visualisasi menakutkan.

“Melalui trailer, cerita dari Tito, Sita dan Drupadi dihadirkan penuh misteri dan mengharu biru, bagaimana mereka terpisah dan harus mengalami kembali kehilangan orang-orang tercinta,” terang Affandi.

Pendakian Batin, Bukan Sekadar Fisik

Karakter Drupadi (diperankan oleh Adzana Ashel) tidak hanya mendaki gunung untuk menemukan ibunya. Ia juga mendaki trauma, luka, dan kesunyian hatinya sendiri. Begitu pula dengan Tito (diperankan Donny Alamsyah) yang harus menghadapi masa lalu yang belum selesai.

Gunung menjadi arena pertarungan batin. Dalam film ini, pendakian bukan hanya menanjak secara fisik, tetapi juga menembus kedalaman jiwa. (kam) 

Editor : Hakam Alghivari
#misteri #starvision #sarangan #horor #film #pencarian terakhir