RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Beberapa waktu terakhir, istilah “aura farming” ramai berseliweran di media sosial. Tapi siapa sangka, tren yang awalnya muncul sebagai lelucon digital ini justru membawa nama Pacu Jalur tradisi perahu dayung dari Riau melambung hingga ke panggung dunia. Semua berawal dari sosok anak kecil bernama Rayyan Arkan Dikha.
Video Rayyan saat tampil di ajang Pacu Jalur jadi viral di berbagai platform seperti TikTok, Instagram, hingga X. Dalam video itu, Rayyan yang masih berusia 11 tahun tampil percaya diri di ujung perahu. Ia tak mendayung, melainkan menari mengikuti irama tabuhan sambil memakai pakaian hitam dan kacamata hitam. Gayanya begitu ekspresif dan tenang, hingga warganet menyebutnya "raja aura farming".
Apa Itu Aura Farming?
Secara sederhana, aura farming adalah cara seseorang menunjukkan aura atau karisma secara sengaja—biasanya lewat ekspresi wajah, gerak tubuh, atau gaya berpenampilan yang mencuri perhatian. Istilah ini dikenal luas di TikTok sejak awal 2024, dan kini jadi tren di kalangan Gen Z.
Namun yang menarik, Rayyan tak bermaksud tampil demi viral. Ia hanya menjalankan tugasnya sebagai Tukang Tari, peran khas dalam tradisi Pacu Jalur, yaitu anak kecil yang berada di ujung perahu dan memberi semangat kepada para pendayung lewat gerakan dan irama tubuh.
Pacu Jalur adalah lomba perahu tradisional dari Kuantan Singingi, Riau, yang sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu. Panjang perahunya bisa mencapai 40 meter dan dinaiki hingga 60 orang pendayung. Tradisi ini tak hanya soal olahraga, tapi juga soal kekompakan, budaya, dan kebanggaan daerah.
Kini, karena video Rayyan, Pacu Jalur tak lagi hanya dikenal di Riau. Aksi Rayyan bahkan ditiru oleh banyak tokoh dunia. Selebriti seperti DJ Steve Aoki hingga pesepakbola ternama ikut-ikutan meniru gayanya. Bahkan, Rayyan diangkat sebagai Duta Pariwisata Riau dan mendapat beasiswa pendidikan.
Ketika Budaya Bertemu Internet
Fenomena ini menunjukkan bahwa budaya tradisional Indonesia bisa dikenal luas jika dikemas dengan cara yang menarik. Aura farming mungkin hanya istilah tren, tapi ketika dipadukan dengan tradisi seperti Pacu Jalur, hasilnya bisa sangat kuat: membawa cerita lokal ke tingkat global.
Kisah Rayyan adalah pengingat bahwa kadang yang dibutuhkan untuk mendunia bukanlah sensasi, tapi keberanian untuk tampil otentik—dengan caranya sendiri. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko