Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Tren Kesenjangan Sosial yang Viral di TikTok Jadi Konten yang Menghibur Warga Tiktok

Hakam Alghivari • Rabu, 23 April 2025 | 23:44 WIB
potret tren kesenjangan sosial di Tiktok
potret tren kesenjangan sosial di Tiktok

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Warga TikTok memang tidak pernah kehabisan ide. Setiap harinya, selalu muncul tren baru yang menarik perhatian warganet. Mulai dari tantangan menari, cerita horor tiga bagian, sampai topik-topik yang lebih “serius” tapi dikemas dengan cara yang ringan. Salah satu tren yang belakangan ini kembali mencuat adalah tren tentang kesenjangan sosial, khususnya yang digambarkan dalam bentuk percakapan pendek antara dua orang. Uniknya, tren ini banyak dibuat oleh anak muda dan justru berhasil mengundang tawa.

 

Tren ini biasanya menampilkan percakapan seolah antara dua orang yang sedang dalam masa pendekatan atau “PDKT”. Namun, dari percakapan tersebut terlihat jelas adanya ketimpangan gaya hidup yang cukup signifikan.

 

Misalnya, satu pihak merasa takjub karena mengira suara kipas angin adalah suara hujan—yang menandakan tidak terbiasa dengan kipas—sementara pihak lainnya justru bingung karena tidak mengerti maksudnya.

 Baca Juga: Sinopsis Film Remake Mendadak Dangdut, Menghadirkan Drama, Musik, dan Komedi yang Lebih Segar

 

Ada juga yang membahas soal makanan ringan yang sering dikonsumsi kalangan menengah ke bawah namun asing di telinga si “kaya”. Dari situ, perbedaan kelas sosial pun terlihat mencolok, meskipun dikemas dalam format yang ringan dan jenaka.

 

Format tren ini sangat khas, teks percakapan ditampilkan dalam bentuk video dengan latar suara musik. Lagu yang paling sering digunakan dalam tren ini adalah “Just A Friend to You” dari Meghan Trainor. Meski lagu ini sebenarnya tidak berhubungan langsung dengan isu kesenjangan sosial—karena menceritakan tentang cinta yang tak terbalas antara dua sahabat—namun iramanya yang ringan dan temponya yang santai membuatnya cocok dipadukan dengan isi konten yang terkesan ironis dan jenaka.

 

 

 

Berikut beberapa isi percakapan konten kesenjangan sosial yang viral di Tiktok:

 

A: “Aku mau mancing dulu ya”

B: “mancing ikan?”

A: “Mancing sanyo”

potret tren kesenjangan sosial di Tiktok
potret tren kesenjangan sosial di Tiktok

 

A: “Eh disana hujan ya, kok ada suara geluduk gitu?”

B: “Enggak, itu suara tikus lari di plafon”

 Baca Juga: NIKI Torehkan Sejarah, Jadi Musisi Indonesia Pertama yang Tembus Top 20 Spotify Global

A: “Capek nih habis bersihin rumah”

B: “Emang pembantu kamu dimana?”

 

 A: “Itu bapak kamu ya?”

B: “Iya, itu papah aku”

 

 

Hal yang menarik adalah bagaimana penonton merespons tren ini. Alih-alih mengkritik keras, banyak justru yang merasa terhibur. Di kolom komentar, tidak sedikit yang membalas dengan candaan atau bahkan menambahkan pengalaman pribadi yang serupa.

 

Ada semacam kesadaran bahwa perbedaan kelas sosial memang nyata, tapi bisa dibahas dengan cara yang tidak menggurui, apalagi menyalahkan. Beberapa komentar juga justru memperlihatkan empati, menunjukkan bahwa tren ini bukan hanya hiburan, tapi bisa jadi ruang untuk saling memahami.

 Baca Juga: Sinopsis, Pemeran, dan Jadwal Tayang Film Perang Kota: Kisah Veteran yang Kembali Mengangkat Senjata

Namun, tentu saja tren ini tidak lepas dari kontroversi. Sebagian orang menganggap bahwa membahas kesenjangan sosial dalam format komedi berisiko menormalisasi ketimpangan atau bahkan menjadikannya bahan lelucon. Ini bisa jadi catatan penting, terutama bagi konten kreator, agar tetap sensitif terhadap isu yang dibahas dan tidak mengarah pada stereotip atau penghinaan terselubung.

 

Pada akhirnya, tren ini adalah cerminan bagaimana generasi muda saat ini memandang isu sosial: serius, namun tetap bisa dikemas secara ringan. Lewat TikTok, mereka bisa menyampaikan keresahan dengan cara yang relate dan menghibur. Yang penting, selama tetap memperhatikan batas-batas etika dan tidak menjatuhkan pihak tertentu, mungkin tren ini bisa jadi cara baru untuk membuka percakapan tentang kesenjangan sosial yang selama ini jarang dibahas dengan santai. (oss/mgg)

 

 

Editor : Hakam Alghivari
#tren baru #konten #tiktok #Meghan Trainor #tren kesenjangan sosial #viral