BOJONEGORO, Radar Bojonegoro- Kokok petok, kokok petok,,, suara ayam sekitar pukul 23.00 menandakan hewan ternak dari kandang Khoyrul sedang tidak baik-baik saja. Sehingga, membangunkan sekeluarga pada malam itu.
Saat diperiksa ke kandang di sisi selatan rumahnya. Ternyata seekor ular phyton telah melilit ayam indukan di kandangnya, tepatnya di Desa/Kecamatan Temayang tersebut.
Dengan penuh keberanian, Khoyrul mengambil sebalok kayu untuk memukul ular bercorak batik tersebut. Berharap, ayam indukan yang telah dirawat ibunya sejak kecil bisa terlepas dari liliran ular phyton. Terlebih, melihat masih ada harapan bahwa ayamnya tidak mati karena ada pergerakan. Setelah beberapa pukulan, ayamnya berhasil terlepas, namun ular kabur begitu saja.
Khoyrul sebenarnya sudah punya firasat buruk. Karena beberapa hari ini mayoritas ayamnya tidak mau tidur malam. Namun, masih positif thinking karena saat siang dicek tidak ditemukan apa-apa. ‘’Sebelumnya juga pernah ada ular phyton masuk kandang dan memangsa ayam. Tapi, berhasil ditangkap dan dilepaskan di hutan,’’ ujarnya.
Akibat kejadian ini, Khoyrul mengatakan, ibunya kecewa sampai tidak mau ditanya apapun perihal ayam kesayangannya. Mengingat, ayam indukan ini telah dirawat sejak kecil hingga siap indukan. Niatnya, ayam itu akan digunakan untuk sykuran megengan, atasu selamatan dan kirim doa menjelang Ramadan 1445 H.
‘’Sudah dirawat dari kecil penuh kasih sayang, tapi malah dimakan ular. Jadi, sangat kecewa,’’ tuturnya.
Saat kejadian tersebut, Khoyrul dan keluarga sengaja tidak memangil petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan (Damkarmat) karena fokus menyelamatkan ayamnya yang masih terlihat bergerak. Namun, setelah berhasil terlepas dari lilitan ular. Justru, langsung mati. ‘’Tidak sempat memanggil petugas Damkarmat karena fokus menyelamatkan ayam agar tetap hidup dan bisa dimasak,’’ pungkasnya (ewi/msu)
Editor : Hakam Alghivari