BLORA, Radar Bojonegoro – Atik Muryanti, 46, warga Desa/Kecamatan Randublatung kaget saat membuka paket dari kurir jual beli online. Lantaran baju gamis yang ia pesan di salah satu toko online tak sesuai harapan, yang datang malahan keset lantai rumah.
’’Saya kaget waktu membuka paket pesanan. Ternyata, isinya hanya keset kusut jelek sekali,” ujarnya saat dihubungi Jawa Pos Radar Bojonegoro, Minggu (28/1).
Atik merasa tertipu. Sebab, gamis incarannya tidak tiba di rumahnya. Saat beli di salah satu marketplace, harga gamis Rp 70 .000. Karena ia memiliki voucher diskon, harganya menjadi Rp 57.000. ’’Sebenarnya, saya sudah biasa belanja online. Tetapi, baru kali saya tertipu,” terangnya.
Ia sempat mengajukan komplain karena barang yang datang tidak sesuai pesanan. Namun, toko yang dipesan sudah hilang di marketplace. Sehingga, ia harus mengikhklaskan Rp 57.000 itu raib. ’’Sudah terlambat, tokonya tiba-tiba hilang,” sesal ibu dua anak ini.
Atik bukan satu-satunya yang terkena penipuan jual beli online. Arika juga warga Randublatung mengaku pernah membeli membeli obat herbal di toko online. Namun, yang dikirim obat palsu tiruan. ’’Dari baunya, warnanya tidak sesuai. Sablon kemasan juga luntur. Saya baru sadar kalau saya kena tipu,” kenangnya. (luk)
Editor : Hakam Alghivari