Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Awal 2026 Harga HP Naik, Konsumen Bojonegoro Mulai Beralih ke Tipe Lama, Oppo Pede Masyarakat Tetap Loyal

Hakam Alghivari • Rabu, 14 Januari 2026 | 15:28 WIB
PASAR SMARTPHONE: Harga HP diperkirakan akan naik tahun 2026.
PASAR SMARTPHONE: Harga HP diperkirakan akan naik tahun 2026.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Awal tahun 2026 dibuka dengan penyesuaian harga sejumlah merek handphone di tingkat konter hingga distributor.

Kenaikan ini dipicu oleh mahalnya komponen global, terutama random acces memory (RAM), yang mulai terasa langsung di daerah, termasuk Bojonegoro.

Saiful Aziz, pemilik konter Gia Cell di Jalan Rajawali, Bojonegoro, mengungkapkan bahwa perubahan harga sudah terjadi sejak Januari 2026.

Menurutnya, tidak semua merek mengalami lonjakan seragam, namun beberapa brand populer mulai menyesuaikan harga jual. “Iya, beberapa merek HP mengalami perubahan harga,” ujarnya.

Ia menyebutkan, segmen yang paling terdampak adalah ponsel kelas menengah ke bawah, terutama dari merek yang sebelumnya dikenal agresif soal harga.

Salah satunya Xiaomi, yang menurutnya cukup terasa menaikkan banderol produk.

“Rata-rata naik sekitar 10 persen. Konsumen jadi lebih banyak melirik tipe lama dibanding,” jelasnya.

Kenaikan tersebut turut memengaruhi daya beli. Aziz menilai, sebagian konsumen masih menunda pembelian atau memilih spesifikasi lebih rendah demi menyesuaikan anggaran.

Untuk menjaga minat beli, strategi konter lebih diarahkan pada edukasi produk. “Lebih banyak memberikan penjelasan soal spesifikasi supaya pembeli paham nilai HP yang dibeli,” katanya.

Sementara itu, dari sisi produsen, isu kenaikan harga ponsel pintar juga menjadi perhatian serius.

Ahmad Ubaidillah, OPPO Regional Manager area Bojonegoro–Tuban–Lamongan, menyebut mahalnya RAM sebagai faktor global yang tak bisa dihindari dalam industri teknologi.

“RAM itu jantung performa. Kalau harga bahan baku global naik, ongkos produksi ikut tertekan. Tapi bagi OPPO, kualitas itu harga mati,” ujarnya.

Meski begitu, OPPO mengklaim melakukan penyesuaian secara bertahap dan hati-hati, terutama di segmen sensitif seperti Seri A.

Sementara itu, untuk Seri Reno, perusahaan masih berupaya menahan harga agar tetap kompetitif di tengah tekanan biaya.

“Untuk Seri A memang sudah ada penyesuaian, tapi kami sangat menjaga agar tetap masuk akal bagi daya beli masyarakat lokal,” kata Ahmad.

Pria kelahiran Lamongan itu menambahkan, strategi lain yang digunakan adalah optimalisasi teknologi, seperti RAM Expansion, guna menjaga performa tanpa harus menaikkan harga terlalu tinggi.

Meski terjadi penyesuaian harga, baik pedagang maupun produsen menilai pasar HP di Bojonegoro masih relatif stabil. Masyarakat di daerah cenderung kritis dan rasional dalam membeli.

“Selama kualitasnya sebanding, mereka tetap loyal. Apalagi HP sekarang sudah jadi alat kerja dan sekolah,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, pelaku usaha berharap penyesuaian harga tidak berujung pada penurunan penjualan signifikan, meski pola belanja konsumen mulai bergeser lebih selektif. (kam/bgs)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#kualitas #Performa #hp #oppo #Smartphone #konsumen #bojonegoro #xiaomi #ram