BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Awal tahun ini tidak terlalu memengaruhi harga emas di pasaran. Rerata harga per kadar cenderung relatif sama. Hanya, emas antam yang fluktuatif setiap jam. ‘’Hari ini (kemarin, red) harga emas stabil. Sudah sekitar tiga bulan,’’ kata Kepala Toko Emas Gadjah, Julian Trisnawati kemarin.
Dia melanjutkan, harga emas tidak bisa dipastikan setiap saat. Namun, rerata akan mengalami kenaikan saat momen tertentu. Seperti Idul Fitri, tahun baru, pemilihan umum (pemilu), sampai adanya perang antarnegara. ‘’Biasanya tahun baru tren harga naik. Tapi, tahun ini tidak,’’ imbuhnya.
Perempuan asal Kecamatan Tambakrejo itu menyampaikan, harga emas bergantung kadar. Per 2 Januari rinciannya kadar 6k dibandrol harga Rp 575 ribu; 8k seharga Rp 662,5 ribu; dan 9k senilai Rp 705 ribu. Kemudian, emas kadar 16k dibandrol harga Rp 1,06 juta dan 17k seharga Rp 1,16 juta.
Sedangkan, lanjut dia, untuk harga emas antam fluktuatif setiap jam. Per pukul 15.00 kemarin harga mencapai Rp 1,3 juta. ‘’Paling banyak diminati emas kadar muda, dari 6k sampai 9k. Kalau untuk perhiasan paling banyak dicari itu cincin,’’ ucapnya.
Sementara itu, pegawai Toko Emas Kendi Pasar Kota mengatakan, harga emas relatif stabil dalam beberapa bulan terakhir. Sebab, untuk harga mengikuti pasar global. Rinciannya emas kadar 6k dibandrol sekitar Rp 480-530 ribu; 8k seharga Rp 600-660 ribu; dan 9k berkisar Rp 660-700 ribu. ‘’Paling banyak diminati di sini aksesoris cincin dan gelang,’’ lanjut dia.
Ria Esiska salah satu pembeli mengatakan, harga tidak begitu memengaruhi minatnya membeli emas. Bahkan, kemarin tidak berniat membeli namun, karena jalan-jalan area toko emas menjadi tertarik dan beli. ‘’Tadi jalan-jalan ingin mampir akhirnya ada yang menarik dan beli. Gelang sih ini belinya,’’ imbuh warga Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban itu. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana