RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pengadaan beras nasional disebut melampaui target. Berdasar data bulog, realisasi pengadaan mencapai 84,9 ribu ton setara beras atau 104,65 persen dari target 81,2 ribu ton per Kamis (8/10) lalu.
Pemimpin Cabang Badan Urusan Logistik (Bulog) Bojonegoro Umar Said mengatakan, 84,9 ribu ton setara beras dalam pengadaan tersebut bersumber dari cabang Bojonegoro. Meliputi Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan.
"Dengan demikian, pengadaan di wilayah ini melampaui target sekitar 3.774 ton setara beras," katanya.
Baca Juga: Harga Beras Tembus Rp 15 Ribu, Bulog Klaim Siapkan 200 Ton
Menurut dia, capaian tersebut kerja sama seluruh pihak dalam menyerap gabah dan beras petani di tiga kabupaten. Termasuk petani, kelompok tani (poktan), serta mitra penggilingan dalam optimalisasi pengadaan beras sepanjang 2026. "Capaian ini hasil kerja sama seluruh pihak di wilayah kerja Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan," katanya.
Umar mengklaim, pengadaan beras tidak hanya berorientasi pada pencapaian target, tetapi juga bagian dari upaya pemerintah dalam menyerap hasil panen petani dan memperkuat cadangan beras pemerintah (CBP). "Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan hasil panen petani dapat terserap secara optimal sekaligus memperkuat stok pangan yang dikelola pemerintah," klaim dia.
Pengadaan beras bulog secara nasional di angka 4,1 juta ton setara beras atau 102,8 persen dari 4 juta ton. Capaian ini disebut melampaui pengadaan di 2025 yang tercatat sejumlah 3,1 ton setara beras. (yna/msu)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah