RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Sebanyak 1.549 warga Bojonegoro masuk daftar calon penerima bantuan sosial (bansos) Uang Usaha Ekonomi Produktif tahun ini. Dengan total anggaran mencapai sekitar Rp 1,54 miliar (M) di perubahan anggaran dan pendapatan belanja daerah (P-APBD) 2026.
Meski telah disiapkan anggarannya, namun penerima masih harus menunggu pencairan. Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro belum memastikan kapan bantuan tersebut mulai masuk ke rekening penerima.
Kepala Dinsos Bojonegoro, Luluk Alifah, membenarkan jumlah penerima sekaligus besaran bantuan tersebut. Yakni, terdapat sebanyak 1.549 penerima. Dimana masing-masing penerima akan mendapatkan Rp 1 juta. Sehingga, total anggaran sekitar Rp 1,54 miliar di P APBD tahun ini.
"Total penerima bansos UEP di P-APBD (perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah) tahun ini sebanyak 1.549 penerima. Setiap penerima mendapat Rp 1 juta," jelas Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro Luluk Alifah, kemarin (6/10).
Baca Juga: Pencairan Satu Tahap Pagu 2026 Rp 170 Miliar, BKKD Bojonegoro Tak Merata di Semua Desa
Menurut Luluk, sebelum menerima bansos, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menerima sosialisasi dan bimbingan selama empat hari atau tahap dari 5-8 Oktober untuk 28 kecamatan.
"Ini untuk menyiapkan ajuan kelengkapan, kalau sudah lengkap dan benar baru dilakukan pencairan," jelas mantan kepala dinas lingkungan hidup itu.
Dia mengatakan, sosialisasi untuk memberikan pemahaman kepada calon penerima mengenai bansos UEP beserta skema penyalurannya. Selain itu, membimbing para penerima agar bantuan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mengembangkan dan meningkatkan usaha.
Bansos UEP sudah ada dari tahun sebelumnya. Sementara, di tahun ini ada kenaikan drastis antara induk dan P-APBD. Di APBD induk dinsos menarget anggaran untuk 250 penerima atau pelaku UMKM.
Sementara, di P-APBD menjadi 1.549 penerima. Sehingga total anggaran mencapai Rp 1,5 miliar. "Iya, total anggaran bansos UEP di P-APBD sebesar itu (Rp 1,5 miliar sekian, red)," tegasnya
Dinsos belum memberikan tanggal pasti. Saat ini, proses masih berada pada tahap sosialisasi dan pengurusan kelengkapan administrasi.
Menurut Luluk, sosialisasi dilakukan dalam empat tahap untuk menjangkau 28 kecamatan. Setelah dokumen pengajuan dinyatakan lengkap dan benar, proses pencairan baru dilakukan.
“Sekarang tahap sosialisasi yang kami lakukan empat tahap untuk 28 kecamatan, menyiapkan pengajuan kelengkapan. Kalau sudah lengkap dan benar baru dilakukan pencairan,” jelasnya.
Dia mengatakan, bahwa mekanisme penyaluran nantinya akan dilakukan melalui transfer. Setiap penerima bakal menerima bantuan secara penuh sebesar Rp 1 juta.
Baca Juga: Pagu Pembebasan Lahan Jalur Lingkar Selatan Bojonegoro Rp 30 Miliar
“Nanti akan disalurkan melalui transfer kepada penerima sejumlah Rp 1 juta,” bebernya.
Sosialisasi dan Bimbingan Bansos Uang Usaha Ekonomi Produktif digelar di Pendapa Malowopati mulai Senin (5/10) hingga Kamis (8/10). Sebanyak 1.549 pelaku usaha kecil yang menjadi calon penerima Bansos Uang Usaha Ekonomi Produktif tahun ini mengikuti kegiatan tersebut.
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menyampaikan, adanya program ini diharapkan dapat menjadi peningkatan UMKM naik kelas. Selain itu dalam mengurangi angka pengangguran di Bojonegoro.
"Semoga ada peningkatan UMKM naik kelas. Selain itu, dalam mengurangi angka pengangguran," ujarnya. (ewi/yna/msu)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah