RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Terik matahari di musim kemarau berdampak ekosistem pertanian. Karena fenomena El nino ini, kemarau diprediksi lebih kering dan panjang. Menyebabkan harga bumbu dapur seperti cabai, tomat, hingga jeruk nipis mengalami kenaikan.
Erna Fitrianti, salah satu pedagang di Pasar Wisata mengatakan, sudah sepekan terakhir sejumlah harga bumbu dapur melonjak tajam. Antara kain cabai rawit dari Rp 56 ribu per kilogram (kg) menjadi Rp 70 ribu per kg; canai keriting Rp 32 ribu per kg naik jadi Rp 54 per kg; dan tomat dari Rp 6.000 per kg menjadi Rp 8.000 per jg.
"Jeruk nipis juga, biasanya Rp 15 ribu per kg sekarang jadi Rp 25 ribu per kg. Sayur mayur banyak yang baik karena kemarau panjang," keluh perempuan asal Kecamatan Kota itu.
Baca Juga: Lonjakan Harga Cabai Rawit Merah di Bojonegoro Belum Mereda
Ia mengaku, belum bisa memprediksi kapan harga mulai turun. Namun, sesal dia, terjadi penurunan pembeli dari sektor rumahan karena kenaikan harga tersebut. "Untuk pembeli rumahan sedikit mengalami penurunan. Bisa jadi ya sekitar 10 persen itu," katanya.
Sementara itu, Taji Masanto petani asal Desa Kunci, Kecamatan Dander mengungkapkan, daerahnya mulai panen cabai merah. Harga terbaru di Rp 30 ribu per kg. Menurut dia, harga tersebut termasuk naim dibanding sebelumnya yang sempat Rp 7.000 per kg, Rp 10.000 per kg, hingga Rp 13 ribu per kg.
"Untuk tahun ini baru itu, di harga Rp 30 ribu per kg. Dijual ke tengkulak dari Kecamatan Sukosewu," tambah pria yang juga menjabat Kadi Kesra Pemerintah Desa (Pemdes) Kunci, Kecamatan Dander itu. (yna/msu)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah