Pasar Batik Bojonegoro Masih Dalam Kota

M. Irvan Romadhon • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 07:20 WIB
BATIK JONEGARAN: Para pekerja di rumah produksi Batik’e Seto tampak serius membatik sesuai pola yang telah dibuat. (FARHAN REZA ARDIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)
BATIK JONEGARAN: Para pekerja di rumah produksi Batik’e Seto tampak serius membatik sesuai pola yang telah dibuat. (FARHAN REZA ARDIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Momentum Hari Batik Nasional kemarin (2/10) tidak berdampak pada industri batik di Bojonegoro. Terlebih, tidak ada acara atau kegiatan berkaitan dengan batik yang digelar kemarin. 

Selain itu, pasar industri batik Bojonegoro masih didominasi pembeli dari dalam kota. Tepatnya, untuk seragam sekolah hingga instansi.

Ketua Creative Economy Center (CEC) Bojonegoro Adib Nurdiyanto mengatakan, mayoritas pangsa pasar indutri batik Bojonegoro masih berasal dari dalam kabupaten. Sehingga, pembeli atau pesanan dari masyarakat Kota Ledre sendiri.

Baca Juga: Perajin Asal Desa Jono Lestarikan Budaya Lokal di Motif Batik

‘’Baik untuk seragam sekolah hingga instansi,” ungkapnya. Adib menjelaskan, ada pembeli batik dari luar kota persentase masih kecil. Sehingga, di momentum Hari Batik Nasional dari tahun ke tahun pembeli sama saja. Tepatnya, tidak ada penurunan maupun peningkatan pembeli.

‘’Karena pasar mayoritas lokal, sehingga pesanan stabil,” jelasnya. Menurut Adib, Festival Wastra Batik yang digelar di Bojonegoro tidak bertepatan dengan Hari Batik Nasional. Sehingga, pesanan batik seperti biasanya. “Wastra Batik (telah) berlangsung Juni lalu,” jelasnya. (irv/bgs)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
CEC Bojonegoro batik bojonegoro bojonegoro batik hari batik nasional