RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Mempertahankan usaha batik di tengah perubahan selera pasar menjadi tantangan tersendiri. Pelaku usaha dituntut mampu menjaga kualitas sekaligus mengikuti perkembangan zaman agar tetap eksis dan tidak tenggelam.
Hal tersebut dirasakan oleh pengusaha batik asal Kecamatan Temayang, Seto Utoro. Alumni Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta tersebut mengatakan, tantangan terbesar dalam menjalankan usaha batik saat ini adalah menjaga kualitas dan konsistensi produk. Di saat yang sama, kebutuhan pasar terus berkembang sehingga pelaku usaha harus mampu beradaptasi tanpa kehilangan identitas.
Karena Batik, bagi Seto sapaannya, tidak sekadar membuat kain dengan motif tertentu. Tapi juga bagaimana ia mengenalkan nilai dan cerita dibalik setiap motif kepada masyarakat, utamanya generasi muda.
"Untuk melewatinya, saya berusaha untuk tidak berhenti belajar dan berinovasi," ujar pemilik usaha Batik'e Seto tersebut. Dalam usahanya, Seto tetap mempertahankan proses dan nilai tradisional dalam membatik. Namun, ia juga mencoba mengembangkan desain, produk turunan, pemasaran, serta cara berkomunikasi dengan konsumen melalui media sosial maupun berbagai pameran.
Baca Juga: 108 UMKM Ramaikan Wastra Batik Festival di Bojonegoro, ASN Diwajibkan Berkunjung
"Saya juga belajar bahwa dalam menjalankan usaha, tidak semuanya harus langsung berhasil. Ada masa sepi, kegagalan, hingga produk yang kurang diminati. Dari situ saya belajar untuk terus mengevaluasi dan memperbaiki," terangnya.
Menurutnya, tetap eksisnya Batik'e Seto sampai hari ini karena kemauan untuk terus bergerak dan tidak mudah menyerah. Tidak kalah penting, terus berinovasi, tanpa meninggalkan kekhasan.
Baginya, mempertahankan usaha bukan berarti harus selalu besar. Tapi, bagaimana kita bisa terus berkarya, memberikan manfaat, menjaga kualitas, dan tetap memiliki alasan untuk melangkah setiap hari.
"Karena saya percaya, usaha yang dibangun dengan proses dan ketekunan akan selalu punya jalan untuk bertahan," motivasinya. Menurut Seto, peminat batik saat ini juga cenderung mengalami peningkatan. Dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya.
"Terutama dari kalangan anak muda dan masyarakat yang mulai melihat batik bukan hanya sebagai pakaian formal. Tapi, sebagai bagian dari gaya hidup dan fashion sehari-hari," jelasnya. (ewi/bgs)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah