Laju Inflasi Bojonegoro Tembus 3,06 Persen, Tertinggi dalam 3 Tahun

Hakam Alghivari • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 14:53 WIB

 

NAIK: Harga daging ayam ras di pasar Kecamatan Dander mengalami kenaikan, Kamis (30/7). (HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)
NAIK: Harga daging ayam ras di pasar Kecamatan Dander mengalami kenaikan, Kamis (30/7). (HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Tekanan harga barang maupun jasa di Kabupaten Bojonegoro meningkat tercatat Agustus 2026 year on year (y-on-y). Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bojonegoro mencatat inflasi mencapai 3,06 dibandingkan Agustus 2025.

Laju inflasi tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan Agustus dua tahun sebelumnya. Pada Agustus 2025, inflasi Bojonegoro berada di level 2,50 persen, sedangkan pada Agustus 2024 sebesar 2,01 persen. Dengan demikian, kenaikan harga pada Agustus tahun ini menjadi yang paling tinggi dalam periode tiga tahun terakhir.

Kenaikan harga juga terlihat dalam pergerakan indeks harga konsumen (IHK). BPS mencatat IHK naik dari 109,83 pada Agustus 2025 menjadi 113,19 pada Agustus 2026. Dalam hitungan bulanan, harga-harga di Bojonegoro pada Agustus masih meningkat 0,54 persen. Sementara sejak awal tahun, inflasi tercatat 1,46 persen.

Baca Juga: Pesanan Konveksi Kembali Normal Usai Momentum Agustusan

Faktor pendorong terbesar datang dari kelompok yang paling dekat dengan belanjaan sehari-hari masyarakat. Kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami inflasi 4,49 persen dan memberikan andil 1,60 persen terhadap inflasi tahunan Bojonegoro.

Kenaikan tidak berhenti pada kebutuhan pangan. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya justru mencatat inflasi paling tinggi, yakni mencapai 8,41 persen. Diikuti kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 4,03 persen serta transportasi sebesar 3,02 persen. Kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran juga naik 2,06 persen.

Sementara itu, pada kelompok makanan, daging ayam ras menjadi salah satu sumber tekanan terbesar. Komoditas tersebut memberikan andil 0,46 persen terhadap inflasi y-on-y. Berikutnya minyak goreng dengan andil 0,21 persen dan cabai rawit 0,20 persen.

Baca Juga: Grand Opening Xiaomi Store Bojonegoro: Tak Hanya Gadget, Produk Home Living Juga Jadi Daya Tarik

Namun, tidak semua komoditas mengalami kenaikan. BPS mencatat bawang merah, telur ayam ras, kelapa, ikan nila, jeruk dan beras justru memberikan andil deflasi secara tahunan.

Gambaran tersebut menunjukkan tekanan inflasi di Bojonegoro pada Agustus tidak hanya berasal dari harga pangan. Sejumlah kebutuhan lain, mulai dari perawatan pribadi hingga transportasi dan konsumsi di luar rumah, turut ikut mendorong kenaikan harga sepanjang setahun terakhir. (kam/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
Laju inflasi agustus 2026 year on year bojonegoro