RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Anggaran Rp 77,9 miliar digelontorkan untuk membangun kembali Pasar Kota Bojonegoro. Revitalisasi tersebut tak cukup hanya menghasilkan bangunan tiga lantai.
Namun, diarahkan untuk membentuk ekosistem perdagangan yang lebih modern. Termasuk digitalisasi pembayaran hingga rencana platform pasar online agar pedagang mampu bersaing dengan ritel modern dan layanan belanja digital.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disdagkop UM) Bojonegoro, Akhmadi menyampaikan, penataan fisik dilakukan untuk mengubah citra.
Dari yang sebelumnya kumuh, tidak tertata, becek, sampah tidak terkelola dengan baik. Dilakukan penataan atau revitalisasi. Sehingga, bisa menjadi ruang public yang bersih, modern, tanpa menghilangkan kearifan lokal.
‘’Pasar rakyat tradisional ke depan, diharapkan menjadi pasar semi modern,’’ ujarnya.
Untuk mencapai pasar yang nyaman dan tertib, lanjutnya, perlu ada standar. Di antaranya, adanya zonasi pedagang, untuk memisahkan antara pedagang basah, kering, dan elektronik.
Untuk menghindari terjadinya kontaminasi silang. Juga, mempermudah konsumen. Untuk itu, akan disiapkan papan penunjuk arah.
Dia melanjutkan, strategi dan keamanan pasar juga penting diperhatikan. Agar konsumen betah dan lebih banyak belanja.
Untuk itu, Disdagkop UM Bojonegoro akan membentuk Pamong Pasar yang menjadi tugas dari internal Disdakop UM.
‘’Mereka (Pamong Pasar) ditugaskan mengawasi dan mengawal. Baik ketentuan, peraturan, maupun SOP dalam menjaga ketertiban dan keamanan di Pasar,’’ bebernya.
Tidak kalah penting, tambahnya, kepastian dan kepercayaan masyarakat terhadap volume barang yang dibeli juga menjadi prioritas. Untuk itu, alat timbangan pedagang yang baru harus ditera.
‘’Tidak kalah penting, didukung alat ukur timbangan,’’ tegasnya.
Dia mengatakan, penguatan ekonomi kerakyatan juga harus dilakukan agar pasar tradisional mampu bersaing, tidak kalah dengan ritel modern maupun platform belanja online. Untuk itu akan dilakukan digitalisasi pembayaran. Juga, penerapan parkir digital untuk mencegah adanya pungli serta mengurangi kemancetan.
Baca Juga: Sisa 18 Pedagang Pasar Kota Bojonegoro Belum Pindah ke TPS Pasar Wisata
‘’Ke depan, kita ingin ada platform pasar online. Aplikasi lokal untuk pemesanan dan pengantaran belanja ke rumah warga,’’ ujarnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro, Satito Hadi mengatakan, pembangunan pasar kota dengan nilai kontrak sekitar Rp 77,9 miliar telah dikerjakan mulai 24 Juni hingga 30 November 2026 nanti. Akan dibangun tiga lantai.
Pembangunan pasar kota ini, tetap menyisakan ruang terbuka hijau seluas 4.633,2 meter persegi. Terdapat empat tangga, empat eskalator, dan satu ramp.
‘’Sehingga, di masing-masing lantai ada tempat parkirnya. Jadi, pedagang di lantai mana saja ada parkirnya. Sehingga, tidak masalah,’’ pungkasnya. (ewi/msu)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah