RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Setelah sempat meliburkan diri serentak antara jagal dan penjual daging sapi, kini mereka kembali buka. Dengan tren harga naik, tapi penjualan menurun.
"Serentak sudah buka di Pasar Kota (yang sekarang bertempat di tempat penampungan sementara (TPS) Jalan Jaksa Agung Suprapto, red), tapi belum maksimal," kata Noer Azizah penjual daging sapi setempat, Rabu (26/8).
Izza menuturkan, masih ada beberapa pedagang belum berjualan karena tidak mendapat pasokan daging. Harga terkini, daging has Rp 140 ribu per kilogram (kg), daging super Rp 135 ribu per kg, dan daging nomor 2 seharga Rp 125 ribu per kg.
Baca Juga: Disnakkan Bojonegoro Bantah Sapi Langka, Populasi Capai 195.655 Ekor
"Bojonegoro saja mungkin ya (yang belum jualan, red), yang lain adem ayem," katanya.
Perempuan asal Kecamatan Balen itu melanjutkan, para penjual daging sapi sudah mulai berjualan sejak Jumat (21/8) lalu. Penjualan harian sejak sebelumnya sempat berhenti masih lumayan. Tetap ada penurunan, biasanya dua sampai tiga ekor sehari, kini hanya satu ekor sehari. "Biasanya dua sampai tiga ekor," katanya.
Baca Juga: Pedagang Pasar Hewan Balen Anjlok, Transaksi Sapi Ikut Menurun
Hal senada disampaikan Mujiati penjual daging di Pasar Kapas. Dia membenarkan, penjualan di pasar setempat sempat berhenti dua hari. Kini, mulai berjualan kembali. Namun, lanjut dia, harga daging sapi terus mengalami kenaikan. Bahkan, mencapai empat kali sejak Idul Adha. Awalnya Rp 125 ribu per kg, naik menjadi Rp 130 ribu per kg, dan Rp 135 per kg, hingga kini Rp 140 ribu per kg.
"Alhamdulillah masih aman meski ada penurunan sedikit. Tergantung acara atau ada hajatan bisanya lebih ramai. Tapi juga melihat barangnya, kalau bagus banyak yang mau," katanya. (yna/msu)
Editor : Hakam Alghivari