RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro membantah adanya kelangkaan sapi di Kota Ledre. Sebab, populasi sapi di Bojonegoro masih mencapai 195.655 ekor dan dinilai mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Namun, Disnakkan mengakui terjadi peningkatan permintaan sapi, khususnya dari luar daerah. Kondisi tersebut turut mendorong kenaikan harga sapi dan daging sapi di pasaran. Sekretaris Disnakkan Bojonegoro Elfia Nuraini mengatakan, sapi di Bojonegoro tidak langka. Hanya saja, sapi asal Bojonegoro banyak diminati pembeli dari luar daerah sehingga permintaan meningkat.
"Di Bojonegoro memang sapi banyak direbutkan dari luar kota. Jadi, berlaku hukum permintaan dan penawaran," ujarnya.
Menurut Elfia, peningkatan permintaan tersebut terutama terjadi pada sapi jantan yang siap dipotong. Kondisi itu membuat harga sapi cenderung naik dan berdampak terhadap harga daging sapi di pasaran.
Baca Juga: Daging Sapi Langka, Jagal Tutup Usaha, Pedagang Sepakat Tutup
Disnakkan juga telah menggelar pertemuan dengan perwakilan jagal dan penyuplai daging sapi. Pertemuan yang dipimpin Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah itu berlangsung Kamis (20/8) di Aula Disnakkan Bojonegoro.
Elfia menjelaskan, salah satu pembahasan dalam pertemuan tersebut berkaitan dengan harga daging sapi. Sebelumnya, harga daging sapi berada di kisaran Rp125 ribu per kilogram (kg). Sementara, harga acuan penjualan (HAP) maksimal mencapai Rp140 ribu per kg.
"Jagal dan penyuplai daging sapi sempat tidak berjualan karena menginginkan adanya kenaikan harga daging," jelasnya.
Terkait pemotongan sapi, Disnakkan juga bakal melakukan penertiban secara bertahap. Langkah tersebut dilakukan agar penyembelihan hewan ternak dilakukan di rumah pemotongan hewan (RPH), sesuai ketentuan.
"Ya, secara bertahap ditertibkan nanti (pemotongan di luar RPH)," terangnya.
Kabar adanya sapi langka tersebut terjadi sepekan terakhir. Awalnya para pedagang daging sapi berhenti berjualan karena tidak adanya sapokan sapi. Setelah ditelusuri lebih jauh, banyak yang mengatakan bahwa stok sapi di Bojonegoro langka. Hal itu membuat para penjagal daging sapi tidak mendapatkan stok untuk dijual ke pedagang. (irv/zim)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah