Penjual Daging Bojonegoro Kulak dari Tuban

Dewi Safitri • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:15 WIB
Ilustrasi dan grafis daging sapi kangka di Bojonegoro. (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
Ilustrasi dan grafis daging sapi kangka di Bojonegoro. (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Aktivitas jual beli daging sapi di Pasar Dander ikut terdampak aksi mogok jagal sapi di Bojonegoro. Beberapa ruko penjual daging sapi tampak tutup kemarin (20/8) pagi sekitar pukul 09.30 WIB. Hanya satu pedagang yang masih terlihat berjualan.

Kondisi tersebut terjadi setelah para jagal memilih menghentikan penyembelihan sapi. Akibat harga daging sapi yang terus merangkak naik. 

Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp 7.7 Triliun, BI Sebut Struktur Masih Sehat

Penjual daging sapi di Pasar Dander, Wiji mengatakan, tidak ada penyembelihan sapi di Bojonegoro mulai kemarin (20/8). Karena harga daging mengalami kenaikan, mahal. Sebelumnya hanya Rp 120.000 perkilogram (kg). Naik menjadi Rp 135.000 per kg kemarin (20/8). 

Tidak ada penyembelihan, mulai hari ini (20/8). Karena harga daging mahal, katanya kemarin (20/8) pagi.

Baca Juga: BI Ungkap Alasan Struktur Utang Masih Sehat

Kondisi tersebut membuat penjual yang telah menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci tersebut terpaksa kulak daging sapi ke Kabupaten Tuban. Agar bisa tetap berjualan. Karena memang tidak tersedia di Bojonegoro. 

Saya ngambil daging di Tuban. Karena di Bojonegoro sudah berhenti menyembelih mulai hari ini (20/8), bebernya. 
Sementara itu, berdasar laman Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro per-kemarin (20/8), harga daging sapi paha belakang tertinggi di Bojonegoro mencapai Rp 148.000 per kg di Kecamatan Trucuk. Kemudian, di Kecamatan Kedewan sekitar Rp 145.000 per kg. (ewi/msu)

Editor : Hakam Alghivari
kulak pasar tuban bojonegoro daging sapi