Sepeda Listrik Makin Diminati Warga Bojonegoro, Penjualan Tembus 50 Unit per Bulan

Farhan Reza Ardiansyah • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 07:20 WIB
BANYAK PILIHAN : Deretan sepeda listrik di salah satu toko di Bojonegoro. (REZA/RADAR BOJONEGORO)
BANYAK PILIHAN : Deretan sepeda listrik di salah satu toko di Bojonegoro. (REZA/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM –  Minat masyarakat Bojonegoro terhadap kendaraan listrik terus meningkat. Namun, tren tersebut lebih didominasi pembelian sepeda listrik dibandingkan motor listrik karena harganya dinilai lebih terjangkau.

Sales U-Winfly Bojonegoro, Laurent, mengatakan produksi saat ini memiliki tiga cabang di Kabupaten Bojonegoro, yakni di Kalitidu, Jalan Rajawali, dan kawasan dekat Alun-Alun Bojonegoro. Dari ketiga gerai tersebut, penjualan kendaraan listrik mencapai lebih dari 50 unit setiap bulan.

"Kalau digabung dari tiga cabang, penjualan bisa mencapai lebih dari 50 unit per bulan," ujarnya.

Baca Juga: Tips Merawat Sepeda Motor Listrik di Indonesia Agar Baterai Awet, Aman Saat Hujan, dan Tetap Efisien

Menurut Laurent, Winfly menawarkan beragam pilihan kendaraan listrik. Sepeda listrik dipasarkan dengan harga mulai sekitar Rp3 juta hingga Rp5 juta. Sementara itu, motor listrik dijual mulai Rp8 juta hingga di atas Rp10 juta, bergantung pada tipe dan spesifikasinya.

Meski demikian, pasar Bojonegoro masih didominasi permintaan sepeda listrik. Faktor harga menjadi pertimbangan utama masyarakat dalam memilih kendaraan listrik.

"Yang paling laris adalah sepeda listrik dengan harga di bawah Rp4 juta hingga Rp4,5 juta. Kalau motor listrik yang harganya mulai Rp8 juta ke atas, penjualannya belum sebanyak sepeda listrik," jelasnya.

Ia menilai kondisi ekonomi masyarakat Bojonegoro yang didominasi kalangan menengah turut memengaruhi pola pembelian. Produk dengan harga lebih terjangkau menjadi pilihan utama konsumen.

Baca Juga: Ingin Punya Motor Listrik? Berikut Beberapa Sepeda Motor yang Banyak Direkomendasikan di Pasar Indonesia

Mayoritas pembeli berasal dari kalangan ibu rumah tangga. Sepeda listrik umumnya dibeli sebagai hadiah bagi anak untuk berangkat ke sekolah atau digunakan sendiri sebagai kendaraan harian menempuh jarak dekat.

"Kebanyakan ibu rumah tangga membeli sepeda listrik untuk hadiah anak sekolah atau dipakai sendiri ke pasar, berbelanja, maupun sekadar jalan-jalan sore," katanya.

Menariknya, sebagian besar konsumen Winfly justru berasal dari wilayah pedesaan dan kawasan pinggiran Kota Bojonegoro. Hal itu menunjukkan kebutuhan akan kendaraan listrik yang praktis dan hemat biaya semakin meningkat di luar kawasan perkotaan.

Baca Juga: Penjualan Sepeda Listrik di Blora Terus Meningkat

Dengan harga yang relatif terjangkau, biaya operasional yang rendah, serta kemudahan penggunaan, sepeda listrik diperkirakan masih akan menjadi pilihan utama masyarakat Bojonegoro dalam beberapa waktu mendatang. (ard/zim)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
U-winfly Ekonomi Sepeda Listrik bojonegoro