Dari 22 Ribu Pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) Bojonegoro, Tidak Semua Mendapat Pembinaan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja

Yana Dwi Kurniya Wati • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 10:00 WIB
------

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Dari 22 ribu pelaku Industri kecil menengah (IKM) Bojonegoro, tidak semua mendapat pembinaan dinas perindustrian dan tenaga kerja (dinperinaker).

 ‘’Saat ini kami sedang menggali jumlah dan sektor IKM,’’ kata Kepala Dinperinaker Bojonegoro Mahmudi, Senin (20/7).

Dia melanjutkan, dari 22 ribu IKM baru sekitar 2.300 IKM yang dibina. Dinperinaker telah melakukan kurasi untuk mengetahui sejauh mana produk IKM berada. Khususnya kategori tier A, B, dan C.

‘’Kurasi diikuti 126 IKM yang terdiri dari batik, fashion, rajut, ecoprint dan kontemporer, craft, kerajinan kayu, dan makanan minuman,’’ tuturnya.

Dia mengatakan, kurasi dilakukan melibatkan tiga organisasi perangkat daerah (OPD). Di antaranya dinperinaker; dinas perdagangan, koperasi, dan usaha mikro (dindagkopum); dan dinas kebudayaan dan pariwisata (disbudpar).

Baca Juga: Praktisi Unigoro Konsisten Dampingi Pelaku IKM: Dari Kurasi Produk hingga Konsultasi Bisnis

Hasilnya, menurut Mahmudi, sejumlah 53 IKM masuk tier A di kualitas premium atau ekspor; sebanyak 61 IKM di tier B di kualitas menengah atau regional; dan ada 12 IKM di tier C dengan kualitas dasar atau lokal.

‘’Kami melakukan pembinaan pelaku IKM yang masuk tier A dan B dengan harapan mereka terus berkarya dan berinovasi dalam meningkatkan kualitas produk dan SDM (sumber daya manusi) agar bisa berdaya saing dan naim kelas sehingga meningkatkan perekonomian bagi pelaku IKM,’’ kata mantan kepala badan kesatuan bangsa dan politik (bakesbangpol) itu. (yna/msu)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
bojonegoro IKM Disperinaker opd