Mayoritas Petani di Bojonegoro Menanam Bawang Merah dari Umbi

Dewi Safitri • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 11:05 WIB
PANEN : Warga Desa Klino Kecamatan Sekar sedang memanen bawang merah.(DEWI SAFITRI/RADAR BOJONEGORO)
PANEN : Warga Desa Klino Kecamatan Sekar sedang memanen bawang merah.(DEWI SAFITRI/RADAR BOJONEGORO)
 RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Budidaya bawang merah menggunakan benih berupa biji atau true shallot seed (TSS) belum banyak diminati petani di Bojonegoro. 

Meski menawarkan banyak keunggulan dibanding penanaman bawang merah menggunakan umbi. Namun, hingga kini, mayoritas petani masih memilih menggunakan umbi sebagai bahan tanam.

Petani asal Kecamatan Temayang, Yono mengatakan, hingga kini masih menggunakan umbi sebagai bahan tanam. Sama seperti yang dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Begitupun petani-petani bawang merah lain di daerahnya, masih menggunakan benih dari umbi.

Bahkan, baru mengetahui bahwa bawang merah dapat dibudidayakan menggunakan benih dari biji.

Baca Juga: Luas Lahan di Bojonegoro untuk Tanam Bawang Merah Capai 1.284 Hektare

‘’Untuk benih ya bawang merahnya ditanam, dari umbinya itu. Baru dengar (bisa menanam bawang merah dari benih biji),’’ katanya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Zaenal Fanani mengatakan, penggunaan benih bawang merah dari biji memiliki sejumlah keunggulan.

Namun, penanaman bawang merah dengan biji belum sepopuler penanaman dari umbi. Sehingga, mayoritas petani di Bojonegoro masih menanam bawang merah menggunakan benih dari umbi hingga saat ini.

‘’Penanaman bawang merah dengan biji belum sepopuler dibanding umbi di Bojonegoro ini,’’ ujarnya.

Menurut Zaenal, penanaman bawang merah dari biji sudah diterapkan bertahun-tahun. Budidaya dan kualitas benih bawang merah dari biji juga terus mengalami perkembangan. Jika pada awal pengembangannya satu tanaman hanya menghasilkan satu umbi, seperti bawang bombai. Kini telah tersedia varietas yang mampu menghasilkan lebih banyak umbi dengan ukuran besar dan kualitas lebih baik.

Baca Juga: Harga Bawang Merah di Bojonegoro Naik, Tembus Rp 50 Ribu Per Kilogram di Pertengahan Tahun

Hal tersebut membuat produksi bawang merah dari biji lebih besar dengan kualitas lebih baik dibanding benih dari umbi. Di samping itu, lanjutnya, biaya produksi juga jauh lebih murah. Hal ini membuat penanaman bawang merah dari biji akan dijadikan sebagai andalan pertanian Bojonegoro ke depan.

‘’Metode penanaman menggunakan biji memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan menggunakan umbi. Lebih hemat biaya, hasil produksinya lebih besar, dan kualitasnya lebih terjamin.

Berdasar data dari DKPP sebelumnya, luas tanam bawang merah di Bojonegoro per-Juni 2026 tercatat mencapai 1.284,5 hektare (ha). Sedangkan, realisasi penanaman bawang merah sepanjang 2025 mencapai 4.208 ha. (ewi/msu)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
petani bawang merah bawang merah Petani bojonegoro