RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Harga beras di pasaran masih di angka Rp 12 ribu hingga Rp 15 ribu per kilogram (kg), sebagian warga mengeluhkan harga.
Cabang Badan Urusan Logistik (Bulog) Bojonegoro memastikan telah menggelontorkan upaya stabilisasi pasokan harga pangan (SPHP) sebagai alternatif pilihan harga lebih terjangkau.
‘’Stok CBP (cadangan beras pemerintah) di angka 75 ribu ton,” kata Pimpinan Cabang Bulog Bojonegoro Umar Said kemarin (21/77).
Baca Juga: Bulog Bojonegoro Percepat Penyaluran SPHP
Dia mengatakan, stok tersebut aman hingga awal tahun depan dengan serapan saat ini di angka 100 ton gabah kering panen (GKP) per hari, karena musim panen mulai berkurang.
Menurut dia, terkait harga di pasaran, telah melakukan upaya dengan distribusi SPHP sebagai alternatif bagi masyarakat.
‘’Jadi, masyarakat ada pilihan lain membeli dengan HET (harga eceran tertinggi) untuk beras SPHP,” beber Umar.
Untuk menjangkau masyarakat, kata dia, penjualan SPHP tidak hanya di pasar-pasar. Kini, sudah terdistribusi melalui retail modern. Di Bojonegoro ada tiga lokasi, yakni Bravo, KDS, dan Samudra.
Baca Juga: BULOG Bojonegoro Tembus Target, Serap 10.063 Ton Jagung
‘’Setiap harinya kami mendistribusikan sekitar 100 sampai 200 ton beras SPHP. Dan gudang kami ada empat yang tersebar di tiga kabupaten meliputi Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan,” imbuhnya.
Saat disinggung terkait kualitas beras SPHP, Umar mengatakan, butuh perlakuan khusus dalam proses memasak. Seperti air yang lebih banyak. ‘’Karena itu di gudang dan harus tahan lama jadi tingkat kekeringannya berbeda. Kalau memasak harus menambah lebih banyak air,” jelas dia. (yna/msu)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah