RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Permasalahan relokasi pedagang selama pembangunan Pasar Kota Bojonegoro kembali mencuat.
Setelah beraudiensi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro pada Kamis (16/7), Paguyuban Pedagang Pasar Kota mengadukan persoalan tersebut kepada Komisi B DPRD Bojonegoro, Jumat (17/7).
Salah satu keluhan utama yang disampaikan adalah terpecahnya lokasi tempat penampungan sementara (TPS) pedagang. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada menurunnya jumlah pembeli dan pendapatan para pedagang.
Pendamping Paguyuban Pedagang Pasar Kota, Agus Rismanto, mengatakan saat ini para pedagang tersebar di empat lokasi berbeda, yakni Pasar Wisata, Pasar Banjarejo, Jalan Jaksa Agung Suprapto, dan Pasar Burung. Selain itu, masih ada sejumlah pedagang lesehan yang bertahan berjualan di sekitar lokasi pembangunan Pasar Kota.
Baca Juga: Pedagang Pasar Kota Minta Tata Ulang TPS, Pemkab Berjanji Menertibkan
Menurut pria yang akrab disapa Gus Ris itu, sejak awal relokasi telah disepakati bahwa seluruh pedagang akan ditempatkan di TPS Pasar Wisata. Namun, kesepakatan tersebut tidak berjalan sehingga konsentrasi pembeli ikut terpecah.
"Pedagang yang menempati TPS Pasar Wisata belum mendapatkan penglaris karena lokasi pedagang terpecah," ujarnya.
Gus Ris meminta Pemkab Bojonegoro segera menertibkan seluruh pedagang agar kembali terpusat di TPS Pasar Wisata sesuai komitmen awal. Dengan begitu, aktivitas perdagangan di lokasi relokasi diharapkan kembali ramai. (irv/zim)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah