Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Prospek Usaha F&B Dipandang Masih Bagus Meski Ekonomi Tak Menentu

M. Irvan Romadhon • Sabtu, 9 Mei 2026 | 08:30 WIB
MINUMAN HERBAL: Menu Kafe Halaman Depan RT ini berbeda dengan yang lain, menyediakan minuman kayu putih berguna mengurangi peradangan, meredakan nyeri, dan menurunkan demam.
MINUMAN HERBAL: Menu Kafe Halaman Depan RT ini berbeda dengan yang lain, menyediakan minuman kayu putih berguna mengurangi peradangan, meredakan nyeri, dan menurunkan demam.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Usaha makanan dan minuman saat ini masih cukup prospektif. Namun, di tengah harga bahan baku yang mengalami kenaikan seperti ini, banyak yang tertekan. Meski demikian, prospek usaha ini masin cukup bagus. 

Tonny Ade Irawan, salah satu pengusaha kuliner mengatakan, harga bahan baku saat ini mahal. Harga ayam, tepung, sayuran, hingga gas elpiji naik. Kenaikan terjadi akibat ketersediaan bahan baku yang susah didapat.

‘’Sehingga harga naik. Ayam yang semula Rp 35 ribu per kilo kini naik menjadi Rp 40 ribu per kilo,” ujarnya.

Sementara untuk penjualan turun drastis. Ditambah persaingan di dunia kuliner semakin ketat. Sehingga pendapatan menurun.

Baca Juga: ASN dan SPPG Bojonegoro Diwajibkan Membeli Telur dari Program Gayatri, KPM Keluhkan Harga Pakan dan Pasar

Tonny mengaku untuk mengatasi kenaikan harga bahan baku tersebut terpaksa mengurangi biaya tenaga kerja (labor cost). Tentu dengan mengurangi tenaga kerja.

‘’Menggurangi labor cost atau jumlah pegawai. Terlebih penjualan turun sehingga menyesuaikan dengan pendapatan,” jelasnya.

Ketua Forum IKM Jatim Bojonegoro Silvia Meris Retnowati mengatakan, usaha makanan dan minuman masih memiliki prospek yang bagus. Terutama di daerah-daerah yang padat penduduk. ‘’Misalnya di Bojonegoro Kota, Kapas, dan Kalitidu prospek bisnis ini masih bagus,’’ jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, di tengah ekonomi yang tidak menentu, pelaku usaha harus berkolaborasi dengan berbagai pihak. Sehingga, dengan begitu ada banyak peluang bisa dimanfaatkan. ‘’Misalnya mengadakan event untuk mendongkrak penjualan,’’ tuturnya. (Irv/zim)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#usaha makanan #harga bahan baku #minuman #Ekonomi #bahan baku