RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Dinamika usaha kuliner di Bojonegoro menunjukkan pasang surut yang tidak bisa dihindari. Di tengah perubahan biaya operasional dan daya beli masyarakat, pelaku usaha harus menyusun berbagai strategi agar bisnis tetap berjalan.
Store Manager Emado’s Bojonegoro Andika Bima Setiawan mengatakan, menjaga kestabilan usaha menjadi fokus utamanya. Salah satunya dengan mempertahankan harga jual di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.
“Untuk harga jual produk masih tetap sama dan tidak menaikkan harga sebelumnya,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga mengoptimalkan strategi penjualan untuk menjaga perputaran usaha. “Ada beberapa promo yang disarankan khusus untuk makan di tempat, supaya bisa menghemat biaya,” katanya.
Baca Juga: Harga Bahan Baku Tekstil Naik, Pengusaha Konveksi Sesuaikan Harga Produksi
Berkaca pada kondisi setelah lebaran 2026, beberapa bahan baku hingga produk kemasan makanan dan minuman serentqk mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
Sementara itu, pelaku usaha rumah makan Padang di Kecamatan Kedungadem, Roziq, merasakan langsung dinamika tersebut. Memasuki tahun kedua usahanya, ia mengaku sempat menahan harga sebelum akhirnya melakukan penyesuaian.
“Di tahun pertama harga masih serba Rp10 ribu. Tapi setelah Lebaran semua naik, jadi sekarang serba Rp12 ribu,” ujarnya.
Menurutnya, menjaga keseimbangan antara harga dan biaya operasional menjadi tantangan tersendiri. Kenaikan biaya yang tidak diimbangi penyesuaian harga dapat berdampak pada keuntungan usaha.
“Biaya operasional jadi semakin tinggi, tapi margin keuntungan juga mengecil,” katanya.
Di tengah kondisi tersebut, Dirinya tetap menyesuaikan produknya dengan karakter pasar lokal agar tetap diminati.
“Disesuaikan lidah orang sini, asin, pedas, dan gurih, yang penting tetap terjangkau,” ujarnya.
Perbedaan strategi ini mencerminkan cara pelaku usaha kuliner bertahan di tengah pasang surut usaha. Mulai dari menahan harga hingga melakukan penyesuaian, menjadi langkah yang diambil agar usaha tetap berkelanjutan. (kam/zim)
Editor : Yuan Edo Ramadhana