RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Akademisi Ilmu Ekonomi Mifta Hulaikah mengatakan fenomena side hustle di Bojonegoro pada 2026 semakin menguat sebagai respons atas dinamika ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
Terlebih di tengah pertumbuhan ekonomi yang mencapai sekitar 5,32 persen dan penurunan pengangguran menjadi 3,90 persen, tingkat kemiskinan masih berada di kisaran 11,49 persen, menunjukkan bahwa masyarakat tetap membutuhkan sumber pendapatan tambahan.
Baca Juga: EJSC: Peluang Karir Freelance Desainer Besar, namun Penuh Ketidakpastian
Menurut Mifta, aktivitas ini banyak terkonsentrasi pada sektor dengan hambatan masuk rendah seperti jualan online, kuliner rumahan, jasa pendidikan, dan pekerjaan digital. Tentu di satu sisi memberikan fleksibilitas dan peluang wirausaha, namun di sisi lain didominasi usaha bermargin kecil, minim perlindungan, dan rentan stagnasi.
''Secara kritis, kondisi ini menegaskan, bahwa maraknya side hustle bukan semata indikator produktivitas, melainkan refleksi bahwa struktur ekonomi daerah belum sepenuhnya mampu menyediakan pekerjaan layak, sehingga masyarakat terdorong untuk menggandakan sumber penghasilan demi bertahan hidup," ungkapnya. (irv/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana