Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Side Hustle Jadi Penyelamat di Tengah Keterbatasan Gaji, Bisa Menambah Penghasilan dan Skill

Hakam Alghivari • Sabtu, 4 April 2026 | 08:00 WIB
PEKERJA: Para pekerja tampak hendak menuju arah jalan pulang dan sedang menunggu kereta api melintas di perlintasan turut Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro Kota. (HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)
PEKERJA: Para pekerja tampak hendak menuju arah jalan pulang dan sedang menunggu kereta api melintas di perlintasan turut Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro Kota. (HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kebutuhan hidup yang terus meningkat, sejumlah pekerja memanfaatkan waktu luang untuk mencari penghasilan tambahan. Side hustle, atau pekerjaan sampingan ini perlahan menjadi penyelamat bagi kondisi finansial, terutama bagi mereka yang merasa gaji utama belum cukup.

Seperti yang diungkapkan MSA, 25, karyawan di salah satu perusahaan hiburan di Bojonegoro yang enggan disebutkan namanya. Dia memilih memanfaatkan waktu libur untuk tetap produktif dengan menjalankan pekerjaan sampingan.

“Yang penting tidak mengganggu pekerjaan utama,” ujarnya. Bagi MSA, alasan utama menjalani side hustle cukup sederhana, yakni menambah pemasukan. Dengan upah minimum di Bojonegoro yang berada di kisaran Rp 2,6 juta, ia menilai penghasilan tersebut masih terbatas, terutama jika kebutuhan hidup terus meningkat.

Kondisi tersebut masih bisa ditoleransi bagi pekerja lajang. Namun, situasinya akan berbeda bagi mereka yang sudah berkeluarga. “Kalau masih sendiri mungkin masih cukup, tapi kalau sudah berkeluarga tentu terasa kurang,” katanya.

Meski demikian, ia menekankan, bahwa ukuran cukup sangat bergantung pada gaya hidup masing-masing individu. “Kalau gaya hidupnya tinggi, berapa pun penghasilan pasti terasa kurang. Jadi, memang relatif,” tambahnya.

Baca Juga: Freelance Desain Grafis di Tengah Perubahan Pasar: Terdampak Artificial Intelligence dan Kecepatan Meningkat, Nilai Seni Diuji

Berbeda dengan MSA, Nindy, seorang karyawan Administrasi dan customer relationship di perusahaan ritel swasta, justru melihat side hustle dari sudut pandang yang lebih santai. Ia menjalani pekerjaan sampingan sebagai penyiar radio untuk mengisi waktu sebelum berangkat kerja.

Aktivitas tersebut dilakukan di luar jam kerja dan telah mendapat izin dari perusahaan. “Tidak masalah karena (side hustle) dilakukan di luar jam kerja. Sekalian mengisi waktu sebelum berangkat ke kantor,” jelasnya.

Bagi Nindy, pekerjaan sampingan ini bukan semata soal tambahan penghasilan. Melainkan, sebagai ruang menyalurkan hobi sekaligus mengasah kemampuan berbicara di depan publik. “Lebih ke hobi saja. Sambil siaran, bisa melatih public speaking, sambil dengar musik juga,” ungkapnya.

Tidak hanya dipandang sebagai tambahan penghasilan, side hustle juga sebagai cara untuk tetap produktif dan mengembangkan kemampuan di luar pekerjaan utama. Di tengah keterbatasan gaji, langkah ini menjadi strategi adaptif pekerja dalam menjaga stabilitas finansial sekaligus keseimbangan hidup. (kam/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#pekerjaan sampingan #side hustle #pekerjaan #Gaya Hidup #Ekonomi