RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Peluang berkarir sebagai freelance desainer masih terbuka. Terlebih di tengah akses pasar global yang terbuka. Namun, ada tantangan yang mengintai. Tepatnya, ketikdakpastian pendapatan. Sehingga, perlu memperhatikan manajemen waktu dan keuangan.
Advisor East Java Super Corridor (EJSC) Bojonegoro Ilham Abitama mengatakan, peluang menjadi seorang freelance desainer masih besar. Terutama di saat ini terbuka akses pasar global.
Ilham menjelaskan, melalui platform digital, para freelance desainer bisa bekerja dengan klien dari berbagai negara tanpa batasan geografis. Selain itu, tren remote working membuat perusahaan lebih terbuka untuk berkolaborasi dengan tenaga ahli spesifik untuk proyek jangka pendek.
Baca Juga: Tren Kerja Freelance Meningkat di Bojonegoro: BPS Catat 8,94 Persen Pekerja Lepas
‘’Tentu bisa memberikan variasi portofolio yang sangat kaya,” ungkapnya. Menurut Ilham, tantangan utamanya adalah manajemen waktu dan ketidakpastian pendapatan. Terlebih ketika bekerja sendiri, seorang freelance desainer harus menjadi desainer sekaligus manajer proyek, bahkan akuntan untuk dirinya sendiri.
Ilham berpesan para freelance harus bisa mengatasi tantangan tersebut dengan menerapkan jadwal kerja yang disiplin, menggunakan sistem manajemen tugas, dan selalu menyisihkan dana darurat untuk menjaga stabilitas finansial. ‘’Terlebih ketika sepi proyek,” jelasnya. (irv/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana