RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Berkembangnya teknik marketing termasuk adanya affiliator belum banyak berdampak pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Bojonegoro. Kesesuaian produk dan segmen pasar menjadi penyebab minimnya dampak yang dirasakan.
Baru sedikit pelaku usaha di Kota Ledre yang merasakan dampak adanya affiliator. Terutama pelaku usaha yang menjual produk dari pabrikan seperti pakaian.
Ketua Creative Economy Center (CEC) Bojonegoro Adib Nurdiyanto mengatakan, sudah ada pelaku UMKM yang merasakan manfaat affiliator. Namun, masih sedikit. Terlebih ada hal-hal yang menjadi kendala.
Adib menjelaskan, produk UMKM di Bojonegoro didominasi makanan dan minuman siap saji. Sementara, dampak affiliator tidak besar ke produk UMKM yang siap saji. Sebaliknya, affiliator mayoritas berdampak pada produk yang tahan lama, terutama baju jelang momentum lebaran ini.
‘’Beberapa pelaku UMKM akhirnya menjual produk pabrikan. Bukan produknya sendiri,” jelasnya. Adib mengaku, CEC juga melakukan bimbingan UMKM untuk belajar affiliate. Sehingga penjualan produk UMKM di Bojonegoro meningkat dengan jangkauan lebih luas. (irv/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana