RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Petani jagung di wilayah Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan tidak perlu risau. Perum Bulog Kantor Cabang Bojonegoro siap menyerap jagung petani untuk kebutuhan cadangan jagung pemerintah (CJP). Hal itu untuk menjaga stabilisasi harga dan pasokan jagung selama 2026.
Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Bojonegoro, Ferdian Darma Atmaja, menyampaikan bahwa selama 2026 Bulog Bojonegoro ditargetkan menyerap jagung petani di wilayah kerjanya sebanyak 10.030 ton.
"Dari besaran target tersebut, hingga awal Februari ini kami telah menyerap sebanyak 940 ton jagung. Jagung tersebut merupakan hasil panen petani jagung di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Tuban" ujarnya.
Ratusan ton jagung tersebut disimpan di gudang yang saat ini masih dipusatkan di Komplek Pergudangan Wire, Kabupaten Tuban guna proses penyimpanan sesuai standar yang telah ditentukan.
"Adapun penyalurannya nanti, kami menunggu instruksi dari Badan Pangan Nasional atau Bapanas untuk penyaluran jagung pemerintah dalam bentuk SPHP jagung yang diperuntukkan bagi peternak ayam yang telah ditunjuk oleh pemerintah," katanya.
Pihaknya yakin target serapan tersebut dapat tercapai seiring dengan program luas tambah tanam jagung yang dilakukan secara sinergi dengan para petani, Pemda, TNI dan Polri. Hal itu untuk mewujudkan ketahanan pangan komoditas jagung.
Untuk menguatkan serapan di tahun ini, pihaknya meminta petani di wilayah kerja Perum Bulog Bojonegoro yang memiliki jagung untuk menjualnya ke Bulog. Jagung tersebut akan dibeli dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan.
Sebagai informasi, HPP jagung untuk kering pipil yang tersimpan di gudang dengan kadar air maks 14 persen ditetapkan sebesar Rp. 6.400 per kilogram.
Sementara, untuk hasil panen jagung dengan kadar air sekitar 18-20 persen dibeli dengan harga Rp. 5.500 per kilogram.
"Untuk jagung dengan harga Rp. 5.500 per kilogram ini tidak bisa langsung disimpan di gudang karena masih harus dikeringkan dulu hingga kadar air mencapai 14 persen, baru bisa disimpan di gudang Bulog sebagai cadangan jagung pemerintah dan nantinya disalurkan melalui SPHP jagung," jelasnya. (zim)
Editor : M. Nurkhozim