RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Perdagangan saham pada hari Rabu, 4 Februari 2026, ditutup dengan senyum lebar bagi para investor. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses bertahan di zona hijau, didorong oleh aliran dana masuk (capital inflow) dari investor asing yang sangat deras, terutama ke sektor perbankan.
Sebelum membedah saham apa saja yang diborong, mari kita lihat kondisi pasar secara umum hari ini.
Kilas Balik IHSG Hari Ini
IHSG hari ini ditutup menguat 24,12 poin (0,3%) ke level 8.146,7. Gairah pasar terasa sangat kental dengan total nilai transaksi yang fantastis mencapai Rp25,47 triliun.
Baca Juga: IHSG Menguat ke Level 8.146: Asing Borong 4 Saham Bank, Saham MBTO dan NZIA Terbang 34 Persen
Kenaikan ini menunjukkan optimisme pasar yang masih tinggi, meskipun dibayangi oleh berbagai sentimen global. Ketika IHSG menguat, biasanya ada saham-saham blue chip (unggulan) yang menjadi motor penggeraknya. Benar saja, data perdagangan menunjukkan investor asing sedang "pesta pora" mengumpulkan saham-saham berkapitalisasi besar.
Daftar 10 Saham Paling Banyak Diburu Asing (Net Buy)
Berikut adalah 10 saham yang paling banyak dibeli bersih (net buy) oleh investor asing pada Rabu (4/2/2026), diurutkan dari nilai pembelian terbesar:
1. BBRI (Bank Rakyat Indonesia)
-
Net Buy Asing: Rp394,76 Miliar
-
Harga Terakhir: Rp3.870 (+1,84%)
-
Jawara hari ini! Asing paling percaya diri menaruh uangnya di bank pelat merah spesialis UMKM ini.
2. BBCA (Bank Central Asia)
-
Net Buy Asing: Rp380,57 Miliar
-
Harga Terakhir: Rp7.800 (+1,96%)
-
Selalu menjadi saham defensif favorit, BBCA terus diakumulasi asing hingga harganya mendekati level 8.000.
3. BMRI (Bank Mandiri)
-
Net Buy Asing: Rp307,99 Miliar
-
Harga Terakhir: Rp5.000 (+3,52%)
-
Kenaikan harga yang cukup signifikan di level 3% menunjukkan minat beli yang sangat kuat.
4. BBTN (Bank Tabungan Negara)
-
Net Buy Asing: Rp65,34 Miliar
-
Harga Terakhir: Rp1.340 (+9,39%)
-
Bintang panggung hari ini! Meski nilai belinya tidak sebesar BBRI, kenaikan harganya yang nyaris 10% menjadi sorotan utama.
5. TPIA (Chandra Asri Pacific)
-
Net Buy Asing: Rp25,91 Miliar
-
Harga Terakhir: Rp6,850 (+4,98%)
-
Raksasa petrokimia ini kembali dilirik asing dan berhasil naik hampir 5%.
6. MORA (Mora Telematika Indonesia)
-
Net Buy Asing: Rp24,49 Miliar
-
Harga Terakhir: Rp7.200 (-14,79%)
-
Anomali pasar. Meski harganya anjlok parah (hampir 15%), asing justru tercatat melakukan pembelian bersih. Strategi "serok bawah" atau buy on weakness?
7. AMMN (Amman Mineral Internasional)
-
Net Buy Asing: Rp22,79 Miliar
-
Harga Terakhir: Rp7.475 (+8,73%)
-
Sektor tambang tembaga dan emas ini ikut terbang tinggi.
8. ITMA (Sumber Energi Andalan)
-
Net Buy Asing: Rp17,83 Miliar
-
Harga Terakhir: Rp2.080 (-2,35%)
-
Asing masuk, namun tekanan jual domestik tampaknya masih membuat harga terkoreksi tipis.
9. BNGA (Bank CIMB Niaga)
-
Net Buy Asing: Rp17,74 Miliar
-
Harga Terakhir: Rp1.890 (+4,71%)
-
Satu lagi saham bank yang masuk radar asing dengan kenaikan solid.
10. PTBA (Bukit Asam)
-
Net Buy Asing: Rp16,77 Miliar
-
Harga Terakhir: Rp2.550 (+1,19%)
-
Saham batu bara BUMN ini masih diminati meski kenaikannya moderat.
Analisis Ringkas: Apa Artinya Bagi Investor Awam?
Dari data di atas, kita bisa membaca arah angin pasar saat ini:
-
Bank Adalah Raja (Banking is King): Empat posisi teratas diduduki oleh saham perbankan (BBRI, BBCA, BMRI, BBTN). Ini adalah sinyal klasik bahwa investor asing sangat percaya pada fundamental ekonomi Indonesia. Bagi investor pemula, saham perbankan Big Caps ini tetap menjadi pilihan investasi jangka panjang yang paling aman dan likuid.
-
Kejutan BBTN: Lonjakan harga BBTN (+9,39%) dengan volume asing yang masuk mengindikasikan adanya sentimen positif spesifik, mungkin terkait kebijakan properti atau kinerja keuangan yang membaik. Ini menarik untuk diperhatikan para trader.
-
Fenomena MORA (Serok Bawah): Kasus MORA sangat menarik. Harga sahamnya jatuh dalam (-14,79%), tapi asing justru net buy. Ini bisa berarti investor asing melihat penurunan harga ini sebagai kesempatan diskon untuk membeli barang bagus, atau sedang melakukan average down. Namun, bagi pemula, saham yang sedang jatuh tajam sebaiknya dihindari sampai harganya stabil.
-
Rotasi Sektor: Selain bank, asing mulai menyebar dananya ke sektor material dasar (TPIA), mineral (AMMN), dan energi (PTBA). Ini menunjukkan portofolio investasi asing di Indonesia cukup beragam dan tidak hanya terpaku pada satu sektor saja.
Kesimpulan: IHSG sedang dalam tren positif. Jika Anda adalah investor jangka panjang, mengikuti jejak asing dengan mengoleksi saham perbankan Big 4 (BBRI, BBCA, BMRI, BBNI/BBTN) saat ada koreksi (harga turun sedikit) adalah strategi yang cukup masuk akal. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko